Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Angin Segar bagi Mimpi Besar Timnas Indonesia?

I
Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA berencana membahas perihal kemungkinan tambahan jumlah negara peserta untuk Piala Dunia 2030 nanti. Perihal itu diungkapkan langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino. (equalizersoccer.com)
Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA berencana membahas perihal kemungkinan tambahan jumlah negara peserta untuk Piala Dunia 2030 nanti. Perihal itu diungkapkan langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino. (equalizersoccer.com)

Advertisement

ZURICH – Belum juga format baru 48 tim di Piala Dunia 2026 tuntas diselenggarakan, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sudah bersiap meluncurkan gebrakan yang jauh lebih masif. Badan sepak bola tertinggi dunia tersebut dilaporkan tengah mengkaji wacana ekstrem untuk kembali menambah jumlah peserta putaran final Piala Dunia 2030 menjadi 64 negara.

Rencana ini tentu menjadi kabar baik bagi negara-negara berkembang, termasuk Timnas Indonesia yang grafik performanya terus melonjak di level Asia. Namun, layaknya sebuah koin yang memiliki dua sisi, gagasan ini langsung memicu perdebatan sengit antara kubu yang menginginkan pemerataan sepak bola dengan kubu yang cemas akan penurunan mutu turnamen.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengonfirmasi bahwa pembahasan resmi mengenai format 64 tim untuk edisi 2030 akan dikupas tuntas setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir. Langkah ini dinilai sebagai kelanjutan dari visi FIFA untuk memperluas panggung sepak bola ke seluruh penjuru bumi.

Advertisement

Gagasan ambisius ini pertama kali diusulkan oleh Ketua Asosiasi Sepak Bola Uruguay (UFA), Ignacio Alonso, dalam Kongres FIFA pada Maret 2025 lalu. Infantino sendiri menilai kualitas sepak bola global saat ini sudah semakin merata sehingga akses menuju turnamen paling bergengsi tersebut harus dibuka selebar-lebarnya.

"Setiap negara seharusnya memiliki peluang untuk bermimpi tampil di Piala Dunia. Semakin banyak tim yang tampil akan memberikan kesempatan bagi negara berkembang untuk meningkatkan kualitas sepak bolanya melalui pengalaman bertanding di level tertinggi," ujar Gianni Infantino.

UEFA Protes Keras: Kualitas Turnamen Terancam Anjlok

Advertisement

Meskipun disambut antusias oleh negara-negara di zona Asia (AFC), Afrika (CAF), dan Oseania (OFC), rencana ekspansi radikal ini langsung mendapat benturan keras dari daratan Eropa.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjadi figur paling vokal dalam menentang wacana 64 tim ini. Pria asal Slovenia tersebut mengkhawatirkan marwah dan prestise Piala Dunia akan terdegradasi menjadi turnamen kelas dua jika terlalu banyak tim gurem yang lolos ke putaran final. Kesenjangan skor yang mencolok dan babak kualifikasi Eropa yang kehilangan daya cengkeram kompetitifnya menjadi alasan utama penolakan tersebut.

Jalan Menuju Mimpi Dunia bagi Garuda Muda

Bagi Timnas Indonesia, jika regulasi 64 peserta ini resmi diketok palu, maka jalan menuju panggung dunia bukan lagi sekadar angan-angan kosong. Kuota untuk zona Asia dipastikan melonjak drastis, otomatis melonggarkan ketatnya saringan kualifikasi di zona AFC.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cetak Sejarah Baru! Piala Dunia 2030 Resmi Digelar di 6 Negara dan 3 Benua

Cetak Sejarah Baru! Piala Dunia 2030 Resmi Digelar di 6 Negara dan 3 Benua

Kombinasi tuan rumah ini juga menandai kolaborasi perdana antara dua konfederasi berbeda (UEFA dan CAF) yang memimpin gelaran utama turnamen.  Berkat statusnya sebagai tuan rumah, enam negara yaitu Sp

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer