Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catatan Kelam Beruntun di Asia Tenggara, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

R
Indonesia gagal masuk semifinal.
Indonesia gagal masuk semifinal.

Advertisement

JAKARTA — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar evaluasi menyeluruh terhadap performa Tim Nasional Indonesia setelah dipastikan gagal melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026 (ASEAN Championship).

Kepastian pahit ini didapat usai skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada Jumat malam. Tambahan satu poin di laga pamungkas Grup A tersebut tak cukup membawa Indonesia menembus dua posisi teratas klasemen. Vietnam resmi melaju sebagai juara grup dengan 10 poin, disusul Singapura sebagai runner-up dengan delapan poin.

"Kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil di ASEAN Championship 2026 agar Timnas Indonesia lebih siap untuk menghadapi sejumlah turnamen penting ke depan," tulis Erick Thohir melalui akun Instagram resminya, Jumat.

Advertisement

Dalam laga hidup-mati tersebut, Indonesia sebenarnya sempat memegang kendali setelah Ragnar Oratmangoen memecah kebuntuan pada menit ke-47. Namun, keunggulan 1-0 tersebut sirna di menit ke-66 akibat gol balasan Singapura yang berawal dari miskomunikasi di lini pertahanan antara Rizky Ridho dan kiper Cahya Supriadi.

Meski meraih hasil mengecewakan, Erick tetap menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota tim yang telah bertanding. "Terima kasih untuk seluruh pemain, pelatih, dan ofisial Timnas Indonesia yang telah berjuang di ASEAN Championship 2026," tambah Erick.

Kegagalan ini memperpanjang rekor buruk Indonesia di panggung Piala AFF. Ini menjadi kali kedua secara beruntun skuad Garuda terhenti di fase grup, mengulang catatan kelam edisi dua tahun lalu saat tim muda asuhan Shin Tae-yong juga tertahan di peringkat ketiga.

Advertisement

Terakhir kali Indonesia berhasil melangkah ke babak knockout adalah pada edisi 2020, di mana langkah Garuda terhenti di partai puncak usai kalah agregat 2-6 dari Thailand. Secara keseluruhan, prestasi tertinggi Indonesia di turnamen regional ini masih sebatas runner-up sebanyak enam kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020).

Usai tersingkir dari Piala AFF 2026, Timnas Indonesia dipastikan tidak punya banyak waktu untuk meratap. Skuad Garuda sudah ditunggu serangkaian agenda padat, mulai dari laga-laga di FIFA ASEAN Cup dan FIFA Match Day sepanjang tahun ini, sebelum tampil di ajang bergengsi Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Januari tahun depan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Derby Serumpun Membara! John Herdman Ungkap 2 Kunci Utama Garuda Tumbangkan Malaysia di SUGBK

Derby Serumpun Membara! John Herdman Ungkap 2 Kunci Utama Garuda Tumbangkan Malaysia di SUGBK

John Herdman meminta Timnas Indonesia menjaga fokus dan emosi saat menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. (Dery Rid

Ternyata Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termahal Kedua di ASEAN, "Malaikat Pencabut Gigi" Bagikan Tips Gigi Putih dan Sehat dengan Hemat 

Ternyata Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termahal Kedua di ASEAN, "Malaikat Pencabut Gigi" Bagikan Tips Gigi Putih dan Sehat dengan Hemat 

Duit yang dikeluarkan warga Indonesia untuk perawatan kesehatan gigi menempati posisi tertinggi kedua di Asia Tenggara (ASEAN). Di bawah Singapura.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer