Heboh Meme Mao Zedong, Kylian Mbappé Minta Maaf Buntut Singgung Perasaan Rakyat Tiongkok

PARIS — Mega bintang Real Madrid dan Kapten Tim Nasional Prancis, Kylian Mbappé, mendadak jadi sorotan dunia usai terjerat kontroversi sensitif. Pemain berusia 27 tahun itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Tiongkok dan komunitas Tionghoa di seluruh dunia akibat komentar yang ia lontarkan terkait foto meme yang membandingkan dirinya dengan sosok mendiang pemimpin Tiongkok, Mao Zedong.
Melalui pernyataan resmi perusahaan miliknya, Interconnected Ventures, sebagaimana dilansir dari Bein Sports, Kamis (29/10/2026), Mbappé mengakui bahwa perkataannya telah melukai perasaan publik Negeri Tirai Bambu.
Tak main-main, sebagai bentuk iktikad baik dan penghormatannya terhadap sejarah serta budaya Tiongkok, penyerang tajam tersebut merilis permintaan maaf dalam tiga bahasa sekaligus, yaitu Prancis, Mandarin, dan Inggris. Dalam rilis resminya, Mbappé menegaskan bahwa menyinggung masyarakat Tiongkok sama sekali bukanlah maksud dari perkataannya dan ia sangat menyesali dampak yang terlanjur terjadi.
Polemik yang bermula dari respons terhadap meme tersebut ternyata berbuntut panjang dan memicu reaksi keras di Tiongkok. Dampaknya tak sekadar meramaikan media sosial, melainkan merembet tajam ke ranah bisnis, penyiaran, hingga hubungan diplomasi budaya.
Imbas dari gelombang protes publik Tiongkok membuat penayangan pertandingan-pertandingan LaLiga di sana sempat terganggu. Tak hanya itu, sejumlah potensi kerja sama komersial dan sponsor di pasar Asia terancam goyah, sementara konten-konten digital yang menampilkan sosok Mbappé mulai diturunkan dari berbagai platform digital lokal Tiongkok.
Melihat gejolak yang kian meluas, Kementerian Luar Negeri Tiongkok bahkan sampai ikut memberikan respons tegas. Pihaknya menyatakan bahwa setiap tindakan maupun perkataan yang melukai perasaan rakyat Tiongkok pasti akan mendapat penolakan keras dari berbagai lapisan masyarakat.
Tekanan hebat tersebut akhirnya mendorong Mbappé untuk segera menyampaikan pernyataan publik guna meredakan suasana sebelum dampaknya kian meluas. Pihak pengelola LaLiga sendiri turut menyampaikan penyesalan mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami para penggemar sepak bola di Tiongkok. Saat ini, otoritas Liga Spanyol tersebut tengah bergerak cepat berkoordinasi dengan para mitra dan pemangku kepentingan di Tiongkok guna memulihkan keadaan.
Permintaan maaf resmi yang disampaikan Mbappé ini diharapkan mampu menyudahi polemik panas tersebut sekaligus merajut kembali hubungannya dengan basis fans sepak bola yang sangat besar di Asia. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




