Duel Liverpool dan Manchester City dalam matchweek ke-28 Premier League bisa menjadi akhir dari rivalitas dua manajer terhebat sepak bola Inggris.
LONDON – Juergen Klopp telah memutuskan bahwa musim ini sebagai musim terakhirnya bersama Liverpool. Itu berarti rivalitas panjang antara Klopp dengan Guardiola bisa menjadi yang terakhir dalam laga di Anfield malam nanti (Live Vidio pukul 23.45 Wita).Klopp dan Guardiola telah lama menjadi juru taktik yang mewarnai persaingan hebat sepak bola. Rivalitas keduanya dimulai saat Klopp menukangi Borrussia Dortmund dan Pep Guardiola bersama Bayern Munchen di Bundesliga Jerman pada 2013.
Baca Juga: Liverpool vs Man City: Bukan Tentang Van Dijk vs Haaland
Dari duel pertama pada musim tersebut, hingga keduanya sama-sama pindah ke Inggris, Klopp sudah 29 kali berjumpa dengan Guardiola, dengan 12 kali kemenangan, 6 seri, dan 11 kalah.
Selama era ini juga, City-nya Guardiola telah menjuarai lima dari enam gelar Premier League terakhir dengan Liverpool-nya Klopp yang menjadi rival utama.
Tidak sampai di situ, perseteruan keduanya juga bahkan sampai Liga Champions di mana Klopp dan Guardiola sempat bentrok di perempat final musim 2017/18.
Tahun ini, sebenarnya Klopp dan Guardiola masih berpeluang untuk bertemu di Piala FA, karena Liverpool dan City yang masih melaju di babak delapan besar. Namun tentunya, persaingan di liga lebih sengit karena The Reds sekarang memuncaki klasemen Premier League dengan 63 poin, sedangkan The Citizen selisih satu poin di peringkat kedua.
Dalam jumpa pers jelang pertandingan, Klopp dan Guardiola saling memuji. Sang manajer The Reds itu mengatakan bahwa Guardiola, yang timnya sedang mengejar treble kedua berturut-turut yakni Liga Champions, Premier League, dan Piala FA, telah luar biasa dalam banyak hal.
"Dalam hidupku, dia adalah manajer luar biasa, pasti," katanya. "Pada saat ini, saya memiliki catatan positif melawan Pep, saya tidak tahu bagaimana itu terjadi sebenarnya," tambahnya.
Sementara itu, Guardiola, mengatakan bahwa dirinya selalu suka bertemu dengan Klopp. Ia pun punya firasat bahwa Klopp yang musim ini memilih mundur dari Liverpool, akan kembali ke sepak bola dalam kurun cepat atau lambat.
"Cara timnya bermain sepak bola, selalu ada pembelajaran. Dia menjelaskan dengan sempurna alasan mengapa (ia pergi, karena ia butuh istirahat),” jelas pelatih berjuluk The Exceptional One tersebut.
Liverpool memiliki catatan yang mencolok melawan City di Anfield, dengan tamu hanya menang sekali di Anfield sejak 2003. Itu terjadi di depan tribune kosong selama pandemi coronavirus pada 2021.
Di sisi lain, Klopp mengatakan bahwa bermain di kandang akan menjadi "faktor besar," tetapi masih terlalu dini untuk menyebut pertandingan ini sebagai penentu gelar Premier League. "Pertandingan melawan City selalu pertandingan besar. Penentu gelar? Saya pikir ini masih terlalu awal," pungkas manajer dengan julukan The Mad-Nerd itu.(tom2)