Hal tersebut pernah ia katakan dalam podcast di kanal Youtube BangBes, yang diunggah 8 Mei 2020 silam.
"Secara resmi yang memiliki keturunan langsung dari Indonesia adalah Kakek-Nenek dari ibu. Kakek lahir di Surabaya dan Nenek di Purworejo. Mereka bertemu dan akhirnya pindah ke Belanda," ujar pemilik nomor 6 Timnas.
PERJUANGAN MENJADI WNI
Perjuangan Sandy menjadi WNI bermula saat ia masih di KRC Genk, salah satu klub kasta pertama Liga Belgia. Kala itu ia bermain di perempat Final Liga Europa musim 2016/17.
Kepada Kanal YouTube Eleven Belgium, Sandy bercerita bahwa ada media olahraga yang menulisnya sebagai pesepakbola Belgia atau Belanda keturunan Indonesia yang bermain di Liga Europa, dan itu menjadi awal mula proses naturalisasinya.
"Tujuh tahun lalu (2016), saya di KRC Genk dan berada di perempat final Liga Europa. Itu menakjubkan," Sandy membuka ceritanya.
"Saya masuk berita olahraga. Saya ditulis sebagai pesepakbola Belgia atau Belanda keturunan Indonesia yang berpartisipasi di perempat final Liga Europa," lanjutnya.
Setelah dua tahun berlalu (2018), Sandy Walsh dikontak oleh pelatih Timnas Indonesia pada saat itu, yakni Simon McMenemy, melalui platform Instagram. Pemain belakang yang kini berusia 27 tahun ini kemudian melakukan perjalanan ke Jakarta.
"Saya bertemu dengan coach Simon dan PSSI. Mereka ingin merekrut saya. Di situlah relasi dimulai. Saya dapat menemukan budaya Indonesia," kata Sandy Walsh.
Sayangnya, Simon McMenemy harus dipecat oleh PSSI saat Sandy sedang melengkapi dokumen naturalisasi, sehingga membuat prosesnya menjadi terhambat, karena adanya pergantian ketua (Iwan Bule) dan pelatih baru (Shin Tae Yong).
"Mereka memecat pelatih Timnas Indonesia. Jadi, kontak saya langsung hilang. Banyak orang di dalam federasi direposisi. Mereka menyambut ketua yang baru. Kontak langsung saya sudah tidak ada lagi," ungkapnya.
Di tahun 2020, keadaan menjadi serba rumit, Sandy sempat merasa frustasi, bahkan ia sempat menganggur selama 4 bulan setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh timnya kala itu, Zulte Waregem, hingga akhirnya KV Mechelen menyodorkan datang menyodorkan kontrak.
Saat Sandy Walsh mempertimbangkan pensiun dini selama periode pengangguran, dukungan datang dari ibu dan saudara perempuannya. Bersama-sama, mereka melakukan kunjungan ke makam sang kakek.
Seperti pepatah ‘sekali dayung dua pulau terlampaui’, saat proposal kontrak dari KV Mechelen berada di mejanya, asisten dari Shin Tae-yong, yang kemudian menjadi pelatih Timnas Indonesia, juga menghubunginya. Peluang Sandy untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia kembali terbuka.
"Asisten itu bertanya apakah saya masih tertarik bermain untuk Timnas Indonesia. Saya jawab ya pada tujuh tahun lalu. Mereka meminta saya untuk mengirimkan dokumen yang diperlukan,"
"Akhirnya mereka memiliki semua dokumen yang diperlukan. Di situlah benar-benar dimulai, tiga tahun lalu. Saya tidak akan pernah melupakan momen itu. Saya menyanyikan lagu kebangsaan dengan mata tertutup."
DEBUT TERTUNDA
Setelah mengantongi paspor Indonesia pada Desember 2022, Sandy Walsh melewatkan kesempatan debutnya hingga dua kali, salah satunya adalah laga besar melawan juara dunia, Argentina.
Sebelum itu, pemain berusia 27 tahun tersebut mendapatkan panggilan dari Shin untuk Piala AFF 2022, namun tidak diizinkan oleh klubnya karena bukan agenda FIFA.
Selanjutnya, saat Timnas Indonesia akan menghadapi Palestina pada 15 Juni 2023, Sandy menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Shin Tae Yong untuk mengikuti pemusatan latihan di Surabaya. Sayangnya, cedera betis kala itu menunda debutnya.
Baru pada FIFA Matchday edisi September, Sandy akhirnya benar-benar melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia, saat mengalahkan Turkmenistan dengan skor 2-0, di tanah leluhurnya, Surabaya.
MENOLAK PENALTI
Sandy memiliki kisah unik saat Timnas Indonesia berlaga di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Brunei Darussalam.
Pada laga tersebut, Sandy dilanggar oleh pemain Brunei di kotak penalti. Ia berkesempatan untuk mencetak gol debutnya melalui penalti tersebut. Namun ia menolak, dan lebih memilih memberikannya pada Ramadhan Sananta.
Ia menolak menjadi eksekutor karena tidak ingin gol pertamanya untuk Timnas Indonesia dicetak melalui titik putih, dan memberikan bola tersebut pada penyerang Timnas, Ramadhan Sananta.
“Saya tak ingin mencetak gol debut saya melalui penalti. Saya ingin para striker ini lebih percaya diri, sehingga bisa cetak banyak gol,” kata Sandy.
GOL PERTAMA SANDY
Gol pertama itu datang juga. Bahkan Sandy yang mengincar gol pertamanya saat laga kontra Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026, justru terwujud saat melawan Jepang di Piala Asia 2023.
Gol tersebut dimulai dari lemparan ke dalam jarak jauh Pratama Arhan, yang mengenai kepala dari pemain Jepang. Bola liar tersebut kemudian sampai di kaki Sandy, lalu ia tendang dan masuk ke gawang Zion Suzuki.
Sayangnya, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 3-1 di laga terakhir grup D Piala Asia 2023.
JADI KAPTEN TIMNAS INDONESIA
Di laga kontra Vietnam, Sandy duduk di bangku cadangan. Pemain KV Mechelen tersebut baru turun di pergantian babak dengan menggantikan Yakob Sayuri.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, memilih Rizky Ridho sebagai kapten, ketika Asnawi Mangkualam dan Jordi Amat tidak bisa bermain.
Keputusan Shin untuk menarik Rizky Ridho di menit ke-80, membuat posisi kapten Timnas saat itu diemban oleh Sandy Walsh.
Mulanya, pemain yang sudah malang melintang di Liga Belgia tersebut kebingungan mengenai siapa yang dijadikan kapten setelah Rizky Ridho digantikan Ricky Kambuaya.
Seusai laga, dalam unggahan di Instagram pribadinya, Sandy mengaku bangga telah menjadi kapten untuk Timnas Indonesia. “Tiga poin, ayo Garuda! Suatu kehormatan memakai ban kapten untuk negara indah ini!” tulis Sandy di kolom keterangan. (*)