Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pundit Belanda Vincent Schildkamp dan Kees Kwakman Bilang Debut Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Disebut Lelucon

Indra Zakaria • Sabtu, 22 Maret 2025 - 20:45 WIB
Mees Hilgers saat melawan Australia. Timnas Indonesia dikritik habis oleh pundit Belanda di era Patrick Kluivert. (PSSI)
Mees Hilgers saat melawan Australia. Timnas Indonesia dikritik habis oleh pundit Belanda di era Patrick Kluivert. (PSSI)

 

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan setelah kekalahan telak 1-5 dari Australia di Sydney. Debut Patrick Kluivert sebagai pelatih pun tak luput dari kritik pedas, terutama dari dua pundit Belanda, Vincent Schildkamp dan Kees Kwakman.

Dalam program Voetbalpraat milik ESPN Belanda, mereka mendiskusikan hasil buruk yang dialami skuad Garuda. Schildkamp bahkan menyebut laga itu sebagai sebuah lelucon, mengkritik PSSI atas kebijakan yang diambil dalam membangun tim nasional.

"Saya terkejut bahwa Anda langsung fokus pada isi pertandingan. Apa yang terjadi di sana adalah lelucon, bukan?" ujar Schildkamp dalam perbincangan tersebut. Kwakman, yang juga mantan pesepak bola, menyetujui pernyataan tersebut dan menambahkan analisisnya.

Pembahasan kemudian bergeser ke kebijakan naturalisasi yang dianggap terlalu oportunis. 

Menurut Schildkamp, Indonesia tidak sendiri dalam tren ini, tetapi efeknya tidak selalu menguntungkan bagi perkembangan sepak bola suatu negara.

"Dua puluh paspor telah dikembalikan dalam beberapa tahun terakhir, untuk meraih Piala Dunia. Sekitar 15 tahun lalu, Beerschot dihuni oleh 11 pemain Pantai Gading, semua orang kesal mengetahui hal tersebut," lanjutnya.

Ia juga menyinggung strategi serupa yang dilakukan Qatar saat menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kala itu, negara kaya Timur Tengah tersebut banyak menaturalisasi pemain Brasil, yang memicu reaksi negatif dari berbagai pihak.

"Qatar di Piala Dunia kemarin, sebagai tuan rumah, mereka menaturalisasi banyak pemain Brasil, semua orang marah. Sekarang kita seharusnya berpikir itu adalah hal yang bagus, karena melibatkan pemain-pemain dari Eredivisie" kritik Schildkamp.

Sindiran terus berlanjut dengan nada sarkastik. Ia menyatakan tren ini memang sedang booming, namun bukan berarti bisa membawa dampak positif bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

"Sekarang lagi tren, kan? Bagus sekali!" kata Schildkamp dengan nada menyindir. Menurutnya, strategi semacam ini hanya akan membuat sepak bola Indonesia berjalan di tempat dan tidak menghasilkan perkembangan berarti.

Kekalahan memalukan dari Australia menjadi bukti naturalisasi bukanlah solusi instan. Timnas Indonesia justru terlihat kesulitan menghadapi tim-tim kuat meskipun telah diperkuat pemain keturunan dari Eropa. (*)

 

 

Editor : Indra Zakaria