PROKAL.CO- Bodo/Glimt kembali membuktikan bahwa nama besar bukan jaminan di atas lapangan hijau. Bertempat di Aspmyra Stadion pada Kamis (19/2/2026) malam waktu setempat, tim asal Norwegia ini sukses menggulung raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor telak 3-1 pada leg pertama fase gugur Liga Champions 2025/2026.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan biasa, melainkan sebuah pernyataan tegas dari tim berjuluk "Pembunuh Raksasa" tersebut. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Bodo/Glimt menunjukkan determinasi tinggi yang membuat barisan pertahanan Nerazzurri kocar-kacir. Hasil ini menjadi modal yang sangat krusial bagi mereka sebelum terbang ke San Siro untuk melakoni leg kedua yang menentukan.
Perjalanan Bodo/Glimt di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini sebenarnya tidaklah mulus. Di awal fase grup, mereka sempat diragukan setelah menelan rentetan hasil negatif yang menguji mentalitas skuad.
Setelah sempat memberikan perlawanan dengan hasil imbang 2-2 melawan Slavia Praha dan Tottenham, performa mereka sempat merosot tajam. Tiga kekalahan beruntun menghantam mereka kalah 1-3 dari Galatasaray, kalah 0-1 dari AS Monaco dan kalah 2-3 dari Juventus
Meski sempat berada di titik rendah, momentum kebangkitan justru hadir saat mereka bertamu ke markas Borussia Dortmund pada Desember 2025. Hasil imbang 2-2 di Signal Iduna Park menjadi titik balik psikologis yang membuktikan bahwa mereka sanggup mengimbangi klub-klub elite Eropa.
Dengan keunggulan agregat dua gol, Bodo/Glimt kini berada di ambang sejarah besar. Mereka hanya butuh hasil imbang atau kalah dengan selisih satu gol di Milan untuk memastikan diri melaju lebih jauh. Bagi Inter Milan, kekalahan ini merupakan alarm bahaya yang memaksa Simone Inzaghi memutar otak lebih keras demi membalikkan keadaan di kandang sendiri.
Kemenangan atas Inter ini sekaligus menegaskan bahwa strategi dan kolektivitas tim bisa mengalahkan nilai pasar pemain yang jauh lebih mahal. Fokus utama tim asuhan Kjetil Knutsen sekarang adalah menjaga konsistensi dan tidak jemawa sebelum peluit panjang leg kedua dibunyikan. (*)
Editor : Indra Zakaria