Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mourinho Ancam Tinggalkan Benfica: Tuntut Keadilan FIFA atas Kasus Rasisme Mbappé dan Vinícius

Redaksi Prokal • 2026-02-23 10:45:00

Jose Mourinho
Jose Mourinho

LISBON – Kabar mengejutkan datang dari raksasa Portugal, Benfica. Pelatih kawakan José Mourinho secara terbuka menyatakan siap menanggalkan jabatannya dan meninggalkan klub jika FIFA memberikan sanksi berat sebelah dalam kasus yang melibatkan pemain mudanya, Gianluca Prestianni.

Ketegangan ini bermula dari insiden panas di lapangan yang menyeret nama bintang Real Madrid, Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior. Prestianni diduga melontarkan kata rasis kepada Vini Jr. Belakangan bintang muda asal Argentina itu mengaku melontarkan kata "faggot" yang bernuansa homofobik. Pertengkaran makin panas setelah pelatih Benfica Jose Mourinho "membela" anak buahnya. Ia mengatakan, semua masalah ini bermula dari selebrasi berlebihan Vini Jr.

Pelatih asal Portugal itu menilai tarian selebrasi di dekat bendera sudut yang dilakukan bintang Real Madrid tersebut tidak pada tempatnya. “Seharusnya itu menjadi momen paling gila dalam pertandingan, gol luar biasa dalam pertandingan yang bagusm,” jelas Mourinho dikutip dari The Independent. "Talenta-talenta ini mampu melakukan hal-hal indah seperti itu, tetapi sayangnya dia Vinicius Junior tidak hanya senang mencetak gol yang menakjubkan itu dan kemudian pertandingan berakhir," jelasnya. Mourinho menambahkan bahwa pemain kelas dunia seharusnya bisa menjaga sikap setelah momen brilian. "Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat,” lanjutnya.

Akibat aksi dugaan rasis Prestianni, FIFA pun melakukan investigasi. Namun Benfica membela pemainnya, demikian juga dengan Jose Mourinho. Mourinho meminta FIFA bersikap adil. "Hukum harus ditegakkan secara adil. Jika sanksi hanya dijatuhkan kepada satu pihak sementara pelanggaran yang lebih berat diabaikan, maka tidak ada alasan bagi saya untuk tetap berada di sini," tegas Mourinho dalam pernyataan yang mengguncang publik sepak bola Portugal.

Saat ini, ketegangan antara Benfica dan otoritas sepak bola dunia dilaporkan telah mencapai titik kritis. Fokus kini tertuju pada investigasi FIFA terhadap bukti-bukti rekaman pertandingan dan pembacaan bibir untuk menentukan apakah akan ada hukuman massal atau justru memicu kepergian dramatis "The Special One" dari Lisbon. (*)

Editor : Indra Zakaria