NANTES – Laga lanjutan Ligue 1 antara FC Nantes melawan Le Havre AC di Stade de la Beaujoire pada Minggu malam menjadi sorotan publik bukan hanya karena skor akhirnya, melainkan karena aksi "cedera" misterius penjaga gawang Anthony Lopes. Kiper asal Portugal tersebut tiba-tiba tersungkur di area penalti sambil memegang paha kirinya, yang memaksa wasit menghentikan pertandingan guna memberikan perawatan medis.
Namun, di balik kekhawatiran penonton, terungkap alasan mulia di balik aksi Lopes yang diduga sengaja berpura-pura cedera tepat saat matahari terbenam. Momen penghentian pertandingan tersebut dimanfaatkan oleh para pemain Muslim dari kedua tim untuk membatalkan puasa Ramadan mereka dengan minum air dan mengonsumsi kurma di pinggir lapangan.
Pelatih Nantes, Ahmed Kantari, memastikan kondisi sang penjaga gawang sama sekali tidak mengkhawatirkan dan justru memuji ketahanan fisik para pemainnya yang tetap tampil maksimal meski sedang berpuasa. “Kalau dia tersenyum, itu berarti kondisinya baik-baik saja, ada pemain lain yang juga berpuasa, bahkan Youssef El Arabi tetap berlari tanpa henti selama 95 menit,” ujar Kantari saat memberikan keterangan seusai laga.
Aksi Anthony Lopes ini menjadi viral di media sosial karena dianggap sebagai bentuk solidaritas tinggi terhadap rekan setimnya di tengah ketatnya regulasi liga Prancis. Hingga saat ini, badan pengatur sepak bola profesional Prancis (LFP) memang tidak memiliki aturan resmi yang mengizinkan penghentian laga khusus untuk alasan berbuka puasa, sehingga para pemain harus mencari cara kreatif untuk saling mendukung tanpa melanggar aturan.
FC Nantes sendiri berhasil memanfaatkan atmosfer positif tersebut dengan mengunci kemenangan krusial 2-0 atas Le Havre AC melalui gol bunuh diri Yanis Zouaoui dan penalti tenang dari Ignatius Ganago. Hasil ini menjadi angin segar bagi tim berjuluk Les Canaris yang tengah berjuang keras keluar dari zona degradasi setelah sempat mengalami tren negatif dalam lima pertandingan berturut-turut.
Kantari menegaskan bahwa profesionalisme para pemainnya tetap menjadi prioritas utama meski mereka menjalankan kewajiban ibadah di tengah kompetisi yang intens. Melalui kemenangan ini, Nantes berhasil mengamankan tiga poin penting untuk menjaga asa tetap bertahan di kasta tertinggi Liga Prancis, sementara Le Havre harus tertahan di papan tengah klasemen sementara.(*)
Editor : Indra Zakaria