Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Negaranya Diserang Amerika dan Israel, FIFA Pantau Nasib Iran Usai Serangan Militer AS

Redaksi Prokal • 2026-03-03 08:40:00

Timnas Iran
Timnas Iran

WASHINGTON – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kini tengah berada dalam posisi sulit menyusul eskalasi militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran. Situasi ini menjadi sangat pelik mengingat Amerika Serikat berstatus sebagai salah satu tuan rumah utama Piala Dunia 2026, sementara Iran merupakan salah satu kontestan yang telah memastikan tempat di putaran final musim panas ini.

Ketegangan memuncak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan dimulainya serangan rudal ke wilayah Iran pada akhir pekan lalu, menyebutnya sebagai operasi tempur besar. Langkah militer ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Trump menerima Hadiah Perdamaian FIFA dari Presiden Gianni Infantino. Kini, partisipasi Iran di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir berada di ujung tanduk.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi global yang sangat dinamis ini. Dalam pertemuan umum tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales, Grafstrom menegaskan komitmen FIFA untuk menjamin keamanan turnamen. "Fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi. Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah tuan rumah (AS, Meksiko, dan Kanada). Semua orang akan aman," ujarnya.

Namun, optimisme FIFA berbanding terbalik dengan kondisi di Teheran. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan ketidakpastian mendalam mengenai masa depan tim nasionalnya. Serangan militer yang juga melibatkan Israel, serta kabar terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, telah mengguncang stabilitas negara tersebut hingga kompetisi domestik terpaksa dihentikan sementara.

"Yang pasti adalah setelah serangan ini, kita tidak bisa berharap untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh optimisme," kata Mehdi Taj kepada portal olahraga Varzesh3. Ia menambahkan bahwa keputusan final apakah Iran akan tetap berangkat ke Amerika Serikat berada di tangan otoritas tertinggi olahraga dan keamanan Iran, bukan lagi sekadar urusan teknis federasi.

Sesuai jadwal awal, Iran dijadwalkan melakoni dua pertandingan di Los Angeles dan satu laga krusial melawan Mesir di Seattle pada 27 Juli mendatang. Namun, dengan status Amerika Serikat sebagai pihak yang berkonflik langsung, kehadiran atlet-atlet Iran di tanah Amerika kini menjadi teka-teki diplomatik dan keamanan terbesar dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria