Di balik gemuruh Santiago Bernabéu yang meneriakkan nama Federico Valverde usai hat-trick spektakulernya ke gawang Manchester City, tersimpan sebuah rahasia masa kecil yang kini terdengar seperti ramalan. Sang ibu, Doris Valverde, pernah menceritakan betapa takdir seolah telah memanggil putranya untuk mengenakan seragam putih bahkan sejak ia masih balita.
"Dia baru berumur 4 tahun saat itu. Suatu pagi dia bangun dan berkata: 'Ibu, Ayah, aku bermimpi berada di stadion yang sangat besar dan semua orang berteriak untukku. Mereka semua mengenakan pakaian putih dan berbicara dengan cara yang berbeda dari kita,'" kenang Doris mengenai mimpi aneh sang putra di masa kecilnya.
Mimpi yang awalnya dianggap sebagai imajinasi anak-anak itu ternyata terus menghantui Fede hingga ia tumbuh besar. Doris menceritakan bahwa penglihatan tersebut kembali hadir dengan detail yang jauh lebih spesifik saat putranya mulai menekuni dunia sepak bola dengan lebih serius.
"Pada usia 10 atau 11 tahun, dia bermimpi lagi dan berkata dengan penuh keyakinan, 'Bu, tim yang kuimpikan itu adalah Real Madrid,'" lanjut Doris.
Kini, bertahun-tahun kemudian, mimpi masa kecil itu telah menjelma menjadi kenyataan yang megah. Fede Valverde tidak hanya mengenakan seragam putih yang ia lihat dalam tidurnya, tetapi juga menjadi jantung permainan tim yang ia dambakan. Ribuan orang yang berteriak dalam bahasa yang berbeda di dalam mimpinya kini benar-benar menjadi saksi hidup bagaimana bocah pemimpi itu bertransformasi menjadi salah satu gelandang terbaik dunia di panggung Liga Champions.(*)
Editor : Indra Zakaria