Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kritik Tajam Gianluigi Buffon: Italia Kehilangan Jati Diri karena Terobsesi Gaya Main Spanyol

Indra Zakaria • 2026-03-14 07:40:00

Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon

 

PROKAL.CO- Legenda hidup sepak bola Italia, Gianluigi Buffon, melontarkan kritik pedas terhadap arah perkembangan sepak bola negaranya saat ini. Buffon menilai Gli Azzurri telah mengkhianati sejarah panjang mereka demi mengejar tren penguasaan bola ala Spanyol, yang justru berujung pada hilangnya bakat-bakat bertahan kelas dunia.

Buffon merasa selama dua dekade terakhir, Italia seolah malu mengakui identitas aslinya. "Selama dua puluh tahun, saya merasa kita harus bermain seperti Spanyol—kita telah meninggalkan sejarah kita. Dan karena itu, bakat telah menghilang," ujar mantan kapten timnas Italia tersebut dengan nada kecewa.

Pria yang membawa Italia juara dunia 2006 ini memberikan perbandingan ekstrem. Ia menyebut bahwa bek-bek tangguh masa lalu seperti Ciro Ferrara, Fabio Cannavaro, hingga Giorgio Chiellini mungkin tidak akan laku di era sepak bola modern yang terlalu menuntut kemampuan menyerang dari lini belakang.

"Pemain seperti Ciro Ferrara, Fabio Cannavaro... hari ini kita akan malu untuk menurunkan mereka di lapangan! Chiellini tidak akan bermain hari ini karena dia tidak memainkan umpan-umpan yang mampu menembus pertahanan lawan!" sindir Buffon. Ia menilai tuntutan agar bek bermain seperti playmaker telah mengabaikan tugas utama mereka, yaitu mengamankan pertahanan.

Lebih lanjut, Buffon mengkritik upaya tim-tim Italia untuk meniru gaya garis pertahanan tinggi milik Barcelona. Menurutnya, setiap tim memiliki DNA yang berbeda dan tidak seharusnya dipaksakan.

"Anda menonton Barcelona dan membayar tiket, tetapi berpikir kita bisa bermain dengan garis pertahanan tinggi di lini tengah selama sembilan puluh menit..." ungkapnya. Ia mengingatkan bahwa kejayaan Italia di masa lalu justru dibangun di atas fondasi pertahanan yang kokoh dan efektivitas hasil akhir.

"Pertandingan-pertandingan bersejarah Italia dibangun di atas pertahanan mati-matian, pada penguasaan tim, pada kekompakan hasil akhir. Sekarang tampaknya kita merasa tidak nyaman dengan hal itu—jika tidak, kita tidak akan diterima di kalangan elit sepak bola."

Menutup pernyataannya, Buffon menegaskan bahwa kemenangan yang diraih dengan kekuatan dan identitas sendiri jauh lebih berharga daripada mencoba menjadi orang lain. "Saya ingin bermain untuk mencoba menang, dan tidak ada salahnya melakukannya dengan kekuatan sendiri," pungkasnya.(*)

Editor : Indra Zakaria