MERSEYSIDE – Spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan di kursi manajer Liverpool kembali memanas. Nama mantan gelandang elegan asal Spanyol, Xabi Alonso, kini santer dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk menakhodai The Reds pada musim mendatang. Isu ini mencuat menyusul performa tim yang belum stabil di bawah asuhan Arne Slot.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak klub, para pengamat menilai profil Alonso sangat ideal untuk mengembalikan identitas permainan Liverpool. Selain kapasitas taktiknya yang modern, faktor sejarah menjadi alasan utama mengapa publik Anfield begitu mendambakan kepulangannya.
Alonso bukanlah orang asing di Merseyside. Selama lima musim membela Liverpool sebagai pemain, ia menjadi aktor kunci dalam malam keajaiban di Istanbul saat menjuarai UEFA Champions League 2005. Kedekatan emosional serta pemahamannya yang mendalam terhadap karakter klub dan ekspektasi fan menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki kandidat lain.
“Alonso memahami atmosfer stadion dan apa yang diinginkan oleh pendukung. Ia memiliki DNA Liverpool yang kuat,” ungkap salah satu pengamat sepak bola Eropa.
Secara teknis, reputasi Alonso sebagai pelatih terus meroket. Setelah sempat menangani Real Madrid dan menunjukkan progres signifikan dalam karier kepelatihannya, ia dikenal sebagai penganut filosofi sepak bola menyerang yang terorganisir. Gaya permainannya yang mengandalkan intensitas tinggi dinilai sangat selaras dengan filosofi tradisional Liverpool.
Selain itu, kemampuan Alonso dalam mengembangkan pemain muda dianggap cocok dengan visi jangka panjang klub. Statistik menunjukkan bahwa ia tidak ragu memberikan ruang bagi talenta baru untuk bersinar di bawah arahannya.
Hingga saat ini, Arne Slot masih memegang kendali penuh di bangku cadangan Liverpool. Namun, bayang-bayang kegemilangan Alonso di masa lalu dan prestasinya yang terus menanjak di level manajerial membuat rumor ini sulit untuk diredam. Jika tren performa Liverpool tidak segera membaik, kepulangan sang legenda ke Anfield mungkin hanya tinggal menunggu waktu. (*)
Editor : Indra Zakaria