Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Skandal Paspor Guncang Eredivisie: Celah Regulasi Pemain Timnas Indonesia Jadi Sorotan Panas di Belanda

Redaksi Prokal • 2026-03-23 09:00:00

Dean James
Dean James

 

PROKAL.CO- Sepak bola Belanda kini tengah berada dalam pusaran polemik besar yang menyeret nama Timnas Indonesia, memicu kekhawatiran akan runtuhnya integritas kompetisi Eredivisie. Berawal dari protes administratif sederhana, kasus ini berkembang menjadi skandal sistemik setelah media ternama seperti Voetbalprimeur dan De Telegraaf mengungkap adanya celah besar dalam pengawasan kewarganegaraan pemain naturalisasi.

Banyak pemain yang telah resmi menyandang status WNI diketahui masih menggunakan paspor Belanda dalam kompetisi domestik, sebuah praktik yang secara hukum dianggap ilegal karena Belanda menganut aturan kewarganegaraan tunggal yang ketat bagi warganya yang mengambil paspor negara lain.

Kekacauan ini meledak menyusul tuntutan NAC Breda untuk mengulang laga kontra Go Ahead Eagles akibat status Dean James yang dianggap tidak sah sebagai pemain lokal. Namun, investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa fenomena ini adalah "gunung es" yang juga menyeret nama-nama bintang Garuda lainnya seperti Justin Hubner di Fortuna Sittard, Nathan Tjoe-A-On di Willem II, hingga pemain muda seperti Tim Geypens dan Miliano Jonathans. Lemahnya koordinasi antarnegara dan tidak adanya penarikan paspor secara aktif oleh otoritas Belanda membuat banyak klub terjebak dalam dilema administratif yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa tindakan tegas.

Di tengah badai kritik terhadap kelalaian sistemik ini, raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam justru muncul sebagai teladan profesionalisme. Ajax dipuji karena sejak awal telah memperlakukan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, sebagai pemain non-Uni Eropa (non-EU). Klub berjuluk De Godenzonen tersebut secara sadar memenuhi seluruh regulasi ketat, mulai dari pengurusan izin kerja hingga pembayaran standar gaji minimum yang sangat tinggi bagi pemain asing. Langkah antisipatif Ajax ini membuat mereka aman dari ancaman sanksi, sementara klub-klub lain kini terancam hukuman berat jika terbukti membiarkan pemain naturalisasi bermain dengan dokumen yang tidak valid.

Skandal ini kini memaksa KNVB dan pemerintah Belanda untuk segera melakukan sinkronisasi aturan guna menghindari krisis kepercayaan yang lebih luas. Bagi klub-klub kecil, mematuhi aturan non-EU berarti menghadapi beban finansial yang sangat berat, namun mengabaikannya berarti mempertaruhkan kredibilitas kompetisi. Sementara itu, citra sepak bola Indonesia turut menjadi bahan perdebatan di Eropa, menekankan pentingnya transparansi dokumen bagi para pemain abroad agar karier mereka di benua biru tidak terganjal tembok birokrasi yang kontroversial. (*)

Editor : Indra Zakaria