Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pesan Religi di Balik Gol Kemenangan: Taiwo Awoniyi Terancam Sanksi FA Usai Nottingham Forest Tekuk Tottenham

Redaksi Prokal • 2026-03-23 12:30:00

Taiwo Awoniyi.
Taiwo Awoniyi.

PROKAL.CO- Kemenangan gemilang Nottingham Forest atas Tottenham Hotspur diwarnai dengan potensi kontroversi di luar lapangan. Striker andalan mereka, Taiwo Awoniyi, kini terancam menghadapi sanksi disiplin dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah melakukan selebrasi yang melibatkan pesan religius dalam pertandingan tersebut.

Pemain asal Nigeria itu menjadi aktor kunci dengan mencetak gol penutup pada menit ke-87, sekaligus memastikan skor berakhir telak 3-0 untuk kemenangan timnya. Namun, dalam euforia kegembiraan usai merobek jala gawang lawan, Awoniyi melepas kostum tandingnya untuk menunjukkan kaus dalam yang bertuliskan pesan mendalam: "God is the greatest" (Tuhan Maha Besar) dalam bahasa Allahu Akbar.

Tindakan emosional tersebut rupanya berbenturan dengan regulasi ketat yang berlaku di kompetisi sepak bola profesional. Berdasarkan aturan International Football Association Board (IFAB) yang diadopsi oleh FA, setiap pemain dilarang menampilkan slogan, pernyataan, atau gambar yang bersifat politis, religius, maupun pribadi pada perlengkapan bertanding mereka.

"Pemain dan/atau tim dapat dijatuhi sanksi oleh penyelenggara kompetisi, asosiasi sepak bola nasional, atau FIFA," demikian bunyi petikan regulasi IFAB terkait pelanggaran tersebut. Meskipun pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur pribadi, otoritas sepak bola biasanya tetap menegakkan aturan guna menjaga netralitas di dalam lapangan hijau.

Kini, pihak Nottingham Forest dan penggemar setianya tengah menunggu keputusan resmi dari FA terkait insiden ini. Jika terbukti melanggar, Awoniyi kemungkinan besar akan dijatuhi denda atau sanksi administratif lainnya, terlepas dari performa impresifnya yang membawa klub meraih poin penuh dalam laga krusial tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria