PROKAL.CO- Bintang muda Manchester City, Rayan Cherki, akhirnya memecah keheningan mengenai aksi pamer teknik (showboating) yang memicu amarah pemain dan pendukung Arsenal pada Final Piala Carabao baru-baru ini. Bukannya meredam suasana, pemain asal Prancis ini justru melempar bensin ke dalam api. "Orang-orang mengira itu tidak sopan… tidak, itu DISENGAJA," tegas Cherki saat menjelaskan bahwa tindakannya di lapangan hijau bukanlah sebuah kebetulan, melainkan pesan yang direncanakan dengan matang.
Cherki mengungkapkan bahwa inspirasi aksinya berakar dari memori masa kecil saat menyaksikan legenda Manchester United. "Saya tumbuh besar menonton Nani di Piala FA melakukan hal yang sama kepada Arsenal—kepercayaan diri murni, kebebasan murni," ujarnya. Baginya, momen tersebut adalah simbol kekuatan seorang pemain, dan ia membantah jika disebut hanya sekadar ingin pamer. "Jadi ketika saya mendapat kesempatan, saya melakukannya karena suatu alasan. Bukan hanya untuk menghibur… tetapi untuk mengingatkan mereka," tambahnya dengan nada dingin.
Lebih jauh lagi, Cherki menjelaskan mentalitas "predator" yang ia terapkan dalam perang urat syaraf di sepak bola tingkat tinggi. Menurutnya, menghancurkan mental lawan yang sedang goyah sama pentingnya dengan mencetak gol. "Beberapa klub, ketika Anda merasa mereka rentan, Anda tidak hanya mengalahkan mereka… Anda bermain-main dengan mereka," cetusnya. Filosofi ini ia gunakan untuk menegaskan dominasi Manchester City atas rivalnya tersebut di atas lapangan.
Meski tampil penuh provokasi, Cherki menunjukkan rasa hormatnya kepada sang manajer, Pep Guardiola. Ia sadar bahwa aksinya mungkin tidak sejalan dengan prinsip disiplin sang pelatih. "Saya tahu Pep Guardiola tidak menyukainya, dan saya menghormatinya… jadi jika ada seseorang yang harus saya minta maaf, itu adalah Pep," akunya. Namun, rasa hormat itu berhenti di sana. Dengan tegas ia menutup pembicaraan, "Tapi kepada para penggemar Arsenal? Saya tidak menyesal." (*)
Editor : Indra Zakaria