Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tembok Eropa Siap Kawal Garuda: Lini Belakang Timnas Indonesia Kian Solid Jelang FIFA Series 2026

Redaksi Prokal • 2026-03-25 06:30:00

Rizky Ridho dan Elkan Baggot berlatih bersama.
Rizky Ridho dan Elkan Baggot berlatih bersama.

JAKARTA – Skuad Timnas Indonesia kembali mencuri perhatian publik sepak bola internasional menjelang perhelatan FIFA Series Maret 2026. Bukan sekadar status sebagai tuan rumah yang menjadi sorotan, melainkan komposisi lini pertahanan Garuda yang kini menjelma menjadi "Tembok Eropa" berkat kehadiran para pemain yang merumput di kompetisi elite Benua Biru.

Turnamen yang akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini menjadi panggung krusial bagi pelatih John Herdman untuk menguji ketangguhan anak asuhnya. Dari total 24 nama yang dipanggil, sembilan di antaranya merupakan pemain berposisi bek. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor pertahanan menjadi prioritas utama Herdman dalam membangun kekuatan tim.

Nama Jay Idzes menjadi salah satu figur sentral yang paling dinantikan aksinya. Bek yang kini membela Sassuolo di Serie A Italia tersebut datang dengan modal performa konsisten sebagai pilar utama di klubnya. Pengalamannya menghadapi striker-striker kelas dunia di Italia menjadikannya kandidat kuat pemimpin barisan belakang Indonesia.

Tak kalah mentereng, hadir pula Kevin Diks yang merumput bersama Borussia Monchengladbach di Bundesliga Jerman. Diks dikenal sebagai bek modern yang serba bisa; kuat dalam bertahan namun juga tajam saat membantu serangan, bahkan sering dipercaya menjadi eksekutor penalti di level klub. Kekuatan udara Timnas pun semakin terjamin dengan kehadiran Elkan Baggott, bek jangkung milik Ipswich Town yang berlaga di EFL Championship Inggris.

Kualitas individu para pemain ini menuai pujian dari berbagai kalangan yang optimistis melihat perkembangan skuad Garuda. "Saya rasa Timnas Indonesia punya komposisi luar biasa di sektor belakang. Ini akan jadi modal kuat untuk pertandingan di FIFA Series nanti," ujar salah seorang pengamat sepak bola nasional.

Kedalaman skuad Indonesia juga kian mengerikan dengan adanya deretan pemain yang berbasis di Belanda seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Dean James. Meski kental dengan nuansa Eropa, keseimbangan tim tetap terjaga berkat kontribusi vital pemain yang berlaga di kompetisi domestik maupun Liga Thailand, seperti Rizky Ridho, Sandy Walsh, dan Dony Tri Pamungkas.

Kombinasi antara pengalaman liga top Eropa dan kualitas talenta regional ini menciptakan fleksibilitas taktik yang luar biasa bagi pelatih. Ujian sesungguhnya akan segera datang saat menghadapi lawan-lawan dari konfederasi berbeda. Jika mampu tampil solid, "Tembok Eropa" ini diprediksi akan menjadi fondasi kokoh bagi ambisi besar Timnas Indonesia di panggung internasional. (*)

Editor : Indra Zakaria