Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tangis di Wembley: Ambisi Empat Gelar Arsenal Runtuh, Kepa Arrizabalaga Jadi Sorotan

Redaksi Prokal • 2026-03-25 08:30:00

Mikel Arteta Bersama pemain Arsenal, kini berharap bisa mendapatikan tropi di tiga kompetisi yang masih mereka jalani.
Mikel Arteta Bersama pemain Arsenal, kini berharap bisa mendapatikan tropi di tiga kompetisi yang masih mereka jalani.

LONDON – Harapan Arsenal untuk mencatatkan sejarah dengan meraih empat gelar sekaligus (quadruple) musim ini resmi pupus. Kekalahan dari Manchester City pada partai final Carabao Cup di Stadion Wembley, Senin (23/3/2026) lalu, memaksa anak asuh Mikel Arteta mengubur impian mengangkat trofi pertama mereka tahun ini. Meski menyisakan kekecewaan mendalam, Arteta menegaskan bahwa hasil pahit ini harus menjadi bahan bakar bagi timnya untuk mengejar trofi lain yang masih tersedia.

Manajer asal Spanyol tersebut tidak ingin anak asuhnya terlarut dalam kesedihan. Ia meminta Martin Odegaard dan kawan-kawan untuk segera mengalihkan fokus pada sisa kompetisi yang masih sangat krusial dalam dua bulan ke depan.

“Kami perlu menggunakan ‘api dalam perut’ ini untuk dua bulan ke depan agar bisa menciptakan musim yang luar biasa,” ujar Arteta dengan penuh keyakinan.

Kekalahan di Wembley diakui Arteta sebagai bagian dari perjalanan panjang dan dinamis sebuah tim dalam satu musim kompetisi. Ia menilai, cara tim merespons kegagalan di final ini akan menjadi kunci utama apakah Arsenal sanggup menjaga peluang di ajang lain atau tidak. Terlepas dari hasil di lapangan, Arteta menunjukkan kelasnya dengan meminta para pemain tetap berada di lapangan saat seremoni juara Manchester City berlangsung.

“Sangat sulit diterima, terutama bagi pemain dan suporter. Tapi kami harus siap karena ini bagian dari sepak bola. Kami ingin menunjukkan respek, mereka pantas mengangkat trofi itu,” tambahnya mengenai keputusannya menghormati sang lawan.

Laga final tersebut juga diwarnai sorotan tajam terhadap performa kiper Kepa Arrizabalaga. Keputusan Arteta memasang Kepa sebagai starter menggantikan David Raya berujung pada kritik pedas, menyusul kesalahan yang mengakibatkan dua gol kemenangan City melalui kaki Nico O’Reilly. Meski begitu, Arteta pasang badan dan menegaskan tidak menyesali pilihannya. Bagi sang manajer, memberikan kepercayaan kepada Kepa yang sudah berjuang sejak awal kompetisi Carabao Cup adalah bentuk keadilan dalam tim.

Walaupun peluang meraih empat gelar telah berakhir, Arsenal tercatat masih sangat kompetitif di tiga ajang bergengsi lainnya: Premier League, FA Cup, dan Liga Champions. Arteta optimistis mentalitas juara yang dimiliki skuadnya akan membawa Meriam London bangkit lebih kuat.

“Kami punya rekam jejak untuk bangkit dalam situasi seperti ini, dan saya yakin kami akan melakukannya lagi,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria