COVENTRY – Nama Frank Lampard kini menjadi buah bibir di jagat sepak bola Inggris, khususnya bagi para pendukung setia Coventry City. Datang sebagai juru taktik di tengah badai krisis pada tahun 2024, legenda Chelsea dan Timnas Inggris ini hampir dipastikan bakal mengukir tinta emas dalam sejarah klub berjuluk The Sky Blues tersebut.
Saat Lampard pertama kali menginjakkan kaki di Coventry Building Society Arena, situasi klub sedang berada di titik nadir akibat terjebak di zona degradasi dan dihantui ketidakpastian. Namun, dalam kurun waktu yang relatif singkat, Lampard secara radikal berhasil memutarbalikkan nasib tim dan mengubah musim mereka menjadi sebuah dongeng yang luar biasa. Transformasi tersebut tidak hanya menyelamatkan Coventry dari jurang maut, tetapi juga melambungkan mereka langsung menuju papan atas hingga menembus zona playoff promosi dalam waktu singkat.
Kini, Coventry City telah menjelma menjadi kekuatan yang tak terbendung di kasta Championship. Di bawah komando Lampard, mereka menjadi pemimpin absolut klasemen dengan keunggulan masif sebesar sembilan poin dari pesaing terdekatnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari filosofi permainan menyerang yang diterapkan Lampard, yang terbukti ampuh menyulap lini depan tim menjadi mesin gol paling mematikan di divisi tersebut dengan koleksi fantastis sebanyak 81 gol.
Dominasi tersebut membawa impian besar para suporter untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris kini sudah berada di depan mata. Setelah absen selama 25 tahun dari panggung Premier League, sejarah baru kini hanya berjarak beberapa langkah lagi bagi publik Coventry. Skuad asuhan Lampard tercatat hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk secara matematis mengamankan gelar juara sekaligus mengunci tiket promosi otomatis ke divisi utama.
Keberhasilan luar biasa ini menjadi pembuktian nyata bagi kapasitas manajerial Frank Lampard sekaligus membangkitkan kembali gairah sepak bola di kota Coventry yang sudah lama merindukan kejayaan. Kini, seluruh mata tertuju pada sisa pertandingan musim ini, menanti momen emosional kembalinya The Sky Blues ke jajaran elit sepak bola Inggris. (*)
Editor : Indra Zakaria