Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kritik Pedas Roy Keane: Salah Layak Pergi, Liverpool Ulangi Kesalahan pada Cristiano Ronaldo

Indra Zakaria • 2026-03-25 15:30:00

Mo Salah
Mo Salah

MANCHESTER – Legenda Manchester Manchester United dan pengamat sepak bola vokal, Roy Keane, memberikan komentar pedas terkait pengumuman kepergian Mohamed Salah dari Liverpool pada akhir musim ini. Keane menilai keputusan Salah untuk meninggalkan Anfield adalah langkah yang tepat dan bermartabat, sembari menyentil kebijakan manajemen klub yang dianggapnya kurang menghormati kontribusi besar para pemain bintang di penghujung karier mereka.

Dalam pernyataannya, Keane mengibaratkan Salah sebagai seorang penari hebat yang sangat memahami kapan waktu terbaik untuk turun dari panggung sebelum cahayanya meredup. Ia menarik garis paralel antara situasi Salah saat ini dengan apa yang dialami Cristiano Ronaldo di periode keduanya bersama Manchester United. Menurut Keane, pemain dengan kaliber sejarah seperti mereka tidak seharusnya diperlakukan sebagai "masalah" atau dipaksa berebut posisi dari bangku cadangan setelah memberikan segalanya bagi kesuksesan klub.

Keane menyoroti tren di mana klub-klub besar cenderung meminggirkan pemain ikonik ketika performa mereka mulai dianggap tidak sejalan dengan visi pelatih baru atau skema jangka panjang. Ia menegaskan bahwa meminta pemain yang telah mencetak ratusan gol dan mempersembahkan berbagai trofi bergengsi untuk kembali "berjuang" memperebutkan posisi starter adalah bentuk penghinaan terhadap warisan yang telah mereka bangun. Baginya, Salah telah melakukan hal yang benar dengan memilih pergi dengan kepala tegak.

Komentar ini pun memicu perdebatan luas di kalangan pendukung The Reds mengenai bagaimana seharusnya klub memperlakukan legenda mereka di masa transisi. Dengan Salah yang masih menunjukkan profesionalisme tinggi hingga akhir musim, pandangan Keane seolah menjadi peringatan bagi Liverpool agar tidak merusak hubungan emosional dengan sang pemain, seperti yang terjadi pada beberapa kasus bintang besar lainnya di Premier League. Kepergian Salah di Juni 2026 nanti diharapkan menjadi perpisahan yang manis, bukan akhir yang penuh konflik internal. (*)

Editor : Indra Zakaria