Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investasi Saham, Sadar Masa Depan

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯

MULANYA hanya coba-coba. Muhammad Muzayyid melihat ada peluang besar dari investasi saham. Apalagi zaman semakin canggih, revolusi industri 4.0 sudah di depan mata. “Saya pertama kali tahu dari mata kuliah saham di kampus,” ujar mahasiswa jurusan Ekonomi IKIP PGRI tersebut.


Advertisement

Pria yang karib disapa Zay itu bermain saham karena ingin coba-coba dan mencari pendapatan dari tempat lain. “Belajar saham ini autodidak sih. Lihat-lihat dari YouTube, sampai paham. Kalau sudah paham, baru berinvestasi,” ucap pria 23 tahun itu.

Untuk langkah awal memahami, harus mempelajari bagaimana mekanisme yang ada dalam menu trading. Pelajari tentang analisa teknikal (grafik) dan fundamental (berita) yang ada di sebuah produk.  Sebagai acuan strategi harga ke depan. Lalu, sering melihat situasi pergerakan pasar secara langsung. Baik dari rata-rata per menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahunan.

Sebagai pemula, Zay bermain saham baru satu tahun belakangan. Modal awalnya Rp 100 ribu kala itu. Keuntungannya masih puluhan ribu dalam sehari. Dia pun masih terus belajar bagaimana jeli melihat pergerakan pasar.

Advertisement

Memang harus pandai melihat grafik atau dalam hal ini analisis teknikal. Pergerakan harga saham terus berubah bahkan dalam hitungan detik. Jika pandai melihat peluang dan kesempatan, tak menutup kemungkinan meraih untung besar.

Penting untuk mengikuti perkembangan informasi dari perusahaan atau emiten yang sahamnya dibeli. Hal itu tentu berpengaruh besar. Jangan sampai malah rugi. Seperti tiba-tiba perusahaan tersebut bangkrut.

Sebagai pemula, pikirkan matang-matang sebelum membeli saham. Hal itu berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Baik dari info laporan keuangan emiten, hingga membaca perkembangan saham emiten lewat grafik. Mingguan, bulanan hingga tahunan.

Advertisement

Ada banyak pertimbangan. Namun bukan berarti investasi saham adalah hal yang merugikan. Banyak anak muda yang masih belum melek investasi. Padahal penting untuk bekal masa depan.

Melihat banyak masyarakat yang memandang sebelah mata mengenai saham, Zay berpendapat. “Sebelum melihat satu sisi, harus lihat sisi lainnya. Melihat kebenarannya apakah itu buruk atau baik. Dan yang paling penting, perusahaan yang kita ikuti harus terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” tegasnya. (*/sla*/rdm2)

 

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ekonomi Kaltim Tumbuh 3,39 Persen, Sektor Tambang Masih Tertekan

Ekonomi Kaltim Tumbuh 3,39 Persen, Sektor Tambang Masih Tertekan

Ekonomi Kaltim Tumbuh 3,39 Persen, Sektor Tambang Masih Tertekan PROKAL.CO, SAMARINDA — Perekonomian Kalimantan Timur tumbuh 3,39 persen pa

Penopang IKN dan Industri Pertumbuhan: Ekonomi Kaltim Diproyeksikan Melesat Hingga 3,5 Persen

Penopang IKN dan Industri Pertumbuhan: Ekonomi Kaltim Diproyeksikan Melesat Hingga 3,5 Persen

Penopang IKN dan Industri Pertumbuhan: Ekonomi Kaltim Diproyeksikan Melesat Hingga 3,5 Persen YOGYAKARTA — Perekonomian Kalimantan Timur (K

Geliat Investasi di Gerbang IKN: Jumlah Investor Pasar Modal Kaltimtara Melesat 61 Persen

Geliat Investasi di Gerbang IKN: Jumlah Investor Pasar Modal Kaltimtara Melesat 61 Persen

Geliat Investasi di Gerbang IKN: Jumlah Investor Pasar Modal Kaltimtara Melesat 61 Persen SAMARINDA – Minat masyarakat di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) untuk terjun ke du

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer