Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penonton Zaman Old Berdendang, Milenial Tak Ketinggalan

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯

Konangan Concert dari Didi Kempot benar-benar membuat ambyar para Sobat Ambyar di Livespace, SCBD, Jakarta Selatan, tadi Jumat (20/9). Sebanyak 2.500 penonton hanyut saat menyanyikan tembang-tembang hit penyanyi 52 tahun itu.


Advertisement

 

Hampir tidak ada ruang gerak di hall Livespace, SCBD. Penuh. Bukan hanya penonton zaman old yang ikut berdendang bareng The Godfather of Broken Heart itu. Milenial pun tidak ingin ketinggalan.

Konser dibuka dengan penampilan Feel Koplo pukul 20.04. Set panggung megah dengan pencahayaan modern. Kemudian, suasana berubah. Empat penari memasuki panggung dengan diiringi musik Jawa. Itulah saatnya Lord Didi tampil.

Advertisement

Panggung mendadak berubah seperti di pelataran candi dan persawahan. Seruan yang disambut tepuk tangan riuh terdengar begitu lagu Sewu Kutho dibawakan Didi. Lagu tersebut membuka penampilannya.

Didi sempat bingung harus menggunakan bahasa apa untuk berkomunikasi dengan para penonton. Diselingi cekikikan, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, itu mengatakan bahwa antusiasme penonton sangat hebat. ’’Sekarang mau minta lagu apa? Banyu Langit?” tuturnya, lalu tertawa kecil.

Bagi Didi, arti konangan yang jadi tajuk konsernya sangat dalam. Konangan adalah kosakata bahasa Jawa yang berarti ketahuan. ’’Nah, konangan merepresentasikan mengapa saya pada usia sekarang, 52 tahun, baru konangan dengan kalian. Saya waktu usia 22 tahun, kalian ke mana?” kata Didi, lantas tertawa.

Advertisement

Total ada sebelas lagu yang dibawakan. Beberapa musisi diajak berkolaborasi di atas panggung. Di antaranya, Cita Citata dan Sisca, anggota Tim J JKT 48.

Sisca tampak cantik dengan balutan wardrobe warna cokelat. Dia berani keluar dari warna musik JKT 48. Suaranya menghidupkan lagu yang berjudul Suket Teki. ”Ayo bikin ambyar Sobat Ambyar,” ujar Sisca.

Mulai lagu Sewu Kutho sampai Suket Teki, aransemen lagu tidak banyak diubah. Tabuhan gendang hingga seruling sebagai identitas Didi Kempot tetap dipertahankan. (sam/c18/nda/jpg/dwi/k8)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Onay Sajah Rilis “Beratnya Setengah Mati”, Lagu Tentang Perjuangan Hidup yang Menyentuh Hati

Onay Sajah Rilis “Beratnya Setengah Mati”, Lagu Tentang Perjuangan Hidup yang Menyentuh Hati

Musisi asal Balikpapan, Onay Sajah, kembali menyapa penikmat musik Indonesia melalui single terbarunya berjudul “Beratnya Setengah Mati”. Lagu yang resmi dirilis pada 3 Mei 2026 ini mengangkat kisah p

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer