Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GERD dan IBS, Dua Masalah Pencernaan Anak

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯

ADA dua penyakit pencernaan yang lumayan sering menyerang anak yakni gastroesophageal reflux disease (GERD) dan irritable bowel syndrome (IBS). Dijelaskan dr Diane Meytha Supit, SpA(k), terjadinya GERD berdasar pada fisiologis dan patologis. Sebagai contoh, fisiologis biasanya menyerang bayi.


Advertisement

Pada umumnya, bayi gumoh dan itu normal terjadi. Dinding ususnya pun belum bagus sehingga berpengaruh pada pergerakan usus. Walhasil, makanan atau minuman yang sudah dikonsumsi bisa kembali naik ke kerongkongan. Jika berdasar pada patologis, berarti sudah ada gejala dan keluhan.

“Biasanya bayi dan anak bakal rewel atau menangis. Namun, harus dicari tahu dulu penyebab rewelnya itu karena apa. Kalau kasusnya seperti GERD, sudah pasti terjadi muntah dan susah makan. Gejala lain, bisa dilihat dari berat badan yang tidak optimal karena gizi berkurang. Ini yang paling sering ditanyakan orangtua,” ungkap Diane ditemui di Apotek Immanuel Samarinda.

Namun, GERD masih belum diketahui penyebab pastinya. Dokter masih bisa mendiagnosis dari pemantauan yang bernama esophageal pH. Akan diperiksa untuk mendeteksi asamnya dan nilai indeks refluksnya. Kalau keadaan normal dan bagus, jumlahnya akan kurang dari 15 persen. Sementara yang dipicu penyakit, sekitar 5–10 persen.

Advertisement

Hindari makanan pedas dan asam. Diungkapkan Diane, kasus GERD yang fisiologis banyak ditemukan di Samarinda, tapi yang patologis terbilang jarang.

“Kalau memang sudah parah, harus segera diobati. Kalau anak yang usianya lebih besar, mereka sudah bisa menyampaikan keluhan. Susahnya itu pada bayi karena belum bisa mengomunikasikan secara langsung, maka harus lebih peka dilihat. Gejala seperti muntah dan rewel itu sudah bisa jadi clue,” imbuhnya.

Diane menyarankan, khususnya pada penderita yang masih bayi agar tetap diberikan ASI eksklusif. Tidak ada alasan berhenti memberikan ASI atau susu formula. Kemudian, kalau GERD diperkirakan lebih parah, baiknya orangtua jangan panik. Berikan bayi thickening milk dengan cara menambahkan satu sendok tepung beras ke dalam 100 ml susu formula standar. Pastikan pula posisi saat tidur agar mengurangi keinginan gumoh.

Advertisement

Kini beralih ke IBS. Kata syndrome di situ menunjukkan bahwa gejalanya lebih dari satu. Contohnya, kondisi kembung di perut, nyeri di perut, dan semua gejala yang berkaitan erat dengan pencernaan. Oleh sebab itu, cara mengatasinya bisa dengan menjaga gaya hidup dan pola makan.

Pengaruh psikologis juga bisa jadi pemicu IBS. Misalkan, anak dalam keadaan stres, emosi bergejolak, bisa membuat IBS memburuk dan tambah mengganggu sistem pencernaan. Tak hanya itu, misalkan sudah terjangkit IBS, infeksi pun bisa turut memicu. Begitu pula dengan faktor genetik. Kalau orangtuanya pernah mengalami IBS, faktor risiko itu bisa turun pada anak.

“Cara mendiagnosis IBS itu bernama criteria rome. Dari situ akan ketahuan apakah benar-benar mengalami IBS atau bukan, tapi memang di sini masih jarang. Inti dari semuanya, harus menjalani hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang sudah dibahas ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkas Diane. (*/ysm*/rdm2/k16)

 

 

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

Ribuan peserta dari berbagai komunitas lari memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6), dalam gelaran Health Fun Run yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Kegiatan ini menjadi bag

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer