TAK sekadar berjuang meraih mahkota dan selempang Miss Universe 2019, Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull juga akan berlomba meraih predikat Best National Costume. Sebelumnya, Indonesia meraih gelar itu di Miss Universe 2014 berkat Elvira Devinamira yang mengenakan kostum The Chronicle of Borobudur karya mendiang Dynand Fariz.
Setelah Dynand berpulang April lalu, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) menunjuk desainer lain untuk merancang kostum nasional bagi Frederika. Yakni, Hendra ”Ikie” Suryadi dari Morphacio dan Maya Ratih dari Mayaratih Couture. Mereka pernah merancang kostum Ibu Pertiwi untuk Dea Goesti Rizkita di Miss Grand International 2017. Kostum berdesain megah itu menyabet gelar Best National Costume.
Untuk Frederika di Miss Universe 2019, Ikie dan Maya merancang kostum bertajuk Sang Wanita. Terinspirasi sosok Dewi Srikandi, busana itu tampak edgy dan nyeni. Bodysuit yang berhias motif batik dipadukan dengan ornamen berupa ukiran logam sintetis dan akrilik. Sebagai statement, ada cape sewarna api dengan motif batik mega mendung dan karakter wayang Srikandi. Untuk memperkuat karakter, Frederika akan membawa panah yang juga berhias logam dan akrilik.
Dari segi desain, Sang Wanita tidak semegah The Chronicle of Borobudur. Namun, yang jadi poin utama adalah ornamen artistik yang detail. Baik pada ukiran logam maupun motif batik sekar jagat dan parang rusak. ’’Penekanan kami di cerita dan value pada kostum, bukan ke unsur karnaval,” ungkap Ikie. Dia menambahkan, salah satu tren desain kostum nasional yang diminati adalah yang punya ciri khas. Tidak harus ada kejutan atau megah.
Maya menuturkan, desain yang lebih simpel bisa menguatkan kesan kostum dan mudah diingat detailnya. ’’Message tentang empowering perempuan juga lebih nyata,” ujarnya. Selain itu, dengan desain yang lebih sederhana, pergerakan Frederika di panggung bisa lebih luwes. Sesuai dengan makna dan esensi kostum yang menggambarkan perempuan pejuang.
Pengerjaan kostum tersebut memakan waktu sebulan. Dari sekian banyak rancangan, Ikie dan Maya menjatuhkan pilihan pada desain yang sekarang. Total, kostum dan aksesori berbobot 12 kilogram.
Agar lebih personal, desain kostum disesuaikan dengan karakter Frederika. Menurut Ikie dan Maya, Frederika punya karakter yang tegas dan kuat. Bagai api, demikian Ikie dan Maya menyebutnya. ’’Dia muda dan energik,’’ imbuh Ikie. (len/c18/nda)
Grafis
Frederika Ingin Menemui Mereka
Priya Serrao, Australia
’’Aku dulu lahir dan besar di Australia. Kayaknya kami bisa lebih nyambung.”
Gazini Ganados, Filipina
”Dia sangat manis. Apalagi, Indonesia dan Filipina pernah jadi roommate pas Miss Universe.’’
Cheslie Kryst, AS
”Aku pernah ketemu dia dan excited untuk ketemu lagi.”
Gabriela Tafur, Kolombia
”She’s something and very sweet.”
Barang Bawaan Wajib
1. Melatonin sleeping tablet: untuk mencegah jet lag.
2. Kosmetik: untuk keperluan selama karantina dan main show.
3. Baju hangat, mengingat di Atlanta sedang musim dingin. Salah satunya dari Reva Fashion.
--
Rekam Jejak Indonesia di Miss Universe
Kali pertama mengirim kontestan tahun 1974, diwakili Nia Kurniasi Ardikoesoema
Capaian:
2005: Top 15 (Artika Sari Devi)
2013: Top 16 dan 3rd Runner-up Best National Costume (Whulandary Herman)
2014: Top 15 dan Best National Costume (Elvira Devinamira)
2015: Top 15 (Anindya Kusuma Putri)
2016: Top 16 dan Miss Phoenix Smile (Kezia Warouw)
2018: Top 20 (Sonia Fergina Citra)
Tentang Miss Universe 2019
1. Karantina dan rangkaian acara akan berlangsung di Atlanta, Georgia, AS.
2. Malam puncak berlangsung pada 8 Desember waktu setempat atau 9 Desember pagi WIB di Tyler Perry Studios.
3. Bakal ada mahkota baru yang dibuat perusahaan Mouawad.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

