Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menanti Keajaiban Berubah Syahdu

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
DISERTAI KLIP VIDEO: Padi Reborn merilis Menanti Keajaiban versi baru sebagai single kedua di album Indera Keenam (5/2).
DISERTAI KLIP VIDEO: Padi Reborn merilis Menanti Keajaiban versi baru sebagai single kedua di album Indera Keenam (5/2).

JAKARTA– Sobat Padi (sebutan fans grup musik Padi Reborn) garis keras atau yang mengikuti perjalanan mereka sejak lama tentu familier dengan lagu Menanti Keajaiban. Lagu tersebut dirilis pada 2003 sebagai bagian dari album Save My Soul. Lagu yang diciptakan Fadly (vokalis) dan Piyu (gitaris) tersebut bercerita tentang seseorang yang gamang akan arti hidupnya dan mulai mempertanyakan berbagai hal.


Advertisement

Berselang 16 tahun, Padi Reborn meracik ulang lagu tersebut. Unsur rock diubah ke musik yang lebih syahdu dan dramatis. Lantas, Menanti Keajaiban versi baru menjadi salah satu lagu dalam album Indera Keenam yang dirilis Oktober tahun lalu. Bukan hanya itu, Menanti Keajaiban akhirnya dirilis sebagai single kedua dari album tersebut.

Ada alasan kuat Padi Reborn merilis Menanti Keajaiban sebagai single. Lagu itu, menurut kelima personel, adalah cerminan perjalanan dan kegelisahan yang pernah dialami Padi Reborn pada 2003. Semacam fase ketika Padi, sesuai isi liriknya, mempertanyakan eksistensi mereka di belantika musik. ”Mau dibilang populer, tapi kok ya nggak populer-populer banget... haha,” kata Fadly saat jumpa pers kemarin sore (5/2) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Meski begitu, Menanti Keajaiban, rupanya, memberi Fadly dan kawan-kawan semangat baru. Tak ada gunanya gamang. Setiap grup musik bisa menciptakan karir mereka dan meraih sukses dengan terus berkarya. ”Hidup dan berkarya itu harus semangat, jangan malah marah atau mempertanyakan keadaan,” tambah Piyu.

Advertisement

Lagu tersebut kembali tecermin saat Padi Reborn muncul setelah vakum. Selama tujuh tahun absen sebagai band, masing-masing personel sibuk dengan proyek masing-masing. Begitu bersama sejak 2018, mereka kembali kompak meraih kesuksesan dalam bermusik. ”Itu kan juga keajaiban,” ucap Fadly.

Berbarengan dengan perilisan Menanti Keajaiban sebagai single, sebuah klip video dan film pendek yang terinspirasi lagu itu dirilis. Angga Dwimas Sasongko menjadi sutradaranya.

Film pendek berjudul sama bisa disaksikan di kanal Visinema Pictures. Ceritanya berfokus pada Hana (Niken Anjani) dan Rio (Ganindra Bimo) yang membuat cerita tentang Kinan (Wafda Saifan) dan Karin (Aghniny Haque). Alih-alih mengikuti alur cerita yang diciptakan Hana dan Rio, Kinan dan Karin memutuskan menemui ”pencipta” mereka agar cerita hidup mereka berubah. Kurang lebih mirip dengan makna lagu.

Advertisement

Dari film pendek yang dirilis pada 21 Januari itu, sebuah klip video akan menjadi konklusi ceritanya. ”Jadi, film itu kayak appetizer-nya, klipnya jadi main course,” tutur Angga. Klip akan dirilis hari ini (6/2) sekitar pukul 15.00 di YouTube.

Angga yang mengaku sebagai fans Padi berharap, film dan klip karyanya bisa memperkuat unsur cerita Menanti Keajaiban. ”Makanya saya bikin film dan klip sesuai dengan komposisi lagunya. Nggak pakai gambar-gambar atau simbol visual tertentu,” jelas sutradara yang pernah mengerjakan klip video Padi untuk lagu Harmoni itu. (len/c25/nda)

 

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Onay Sajah Rilis “Beratnya Setengah Mati”, Lagu Tentang Perjuangan Hidup yang Menyentuh Hati

Onay Sajah Rilis “Beratnya Setengah Mati”, Lagu Tentang Perjuangan Hidup yang Menyentuh Hati

Musisi asal Balikpapan, Onay Sajah, kembali menyapa penikmat musik Indonesia melalui single terbarunya berjudul “Beratnya Setengah Mati”. Lagu yang resmi dirilis pada 3 Mei 2026 ini mengangkat kisah p

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer