
LOS ANGELES– Cover album keenam Katy Perry, Smile, menampilkan Perry sebagai seorang badut berhidung merah yang sedang sedih. Foto itu menggambarkan dengan pas apa yang dirasakan tunangan Orlando Bloom selama proses pembuatan album tersebut. ’’Sebuah senyum adalah indikasi dari kesehatan mental,’’ katanya dalam acara The Howard Stern Show pada Selasa (21/7) waktu setempat.
Perry terang-terangan mengaku melalui masa depresi ketika album itu dibuat. Ada dua hal besar yang membuatnya down. Pertama, hubungannya dengan Bloom yang sempat berantakan. ’’Itu lebih dari yang pernah aku hadapi dalam hidup,’’ ceritanya. Namun, dalam pengalaman sebelumnya Perry bisa mengatasinya dengan mengalihkan perhatian lewat musik, makan, berbelanja, atau mencari pacar baru.
Kali ini, hal itu tidak membantu. Dia bahkan mengonsumsi obat antidepresan yang berkebalikan dengan image-nya yang ceria. ’’Aku sangat malu menjalani pengobatan karena aku seperti...’Aku menulis Firework’,’’ ungkapnya.
Hal kedua yang menguras kondisi mentalnya adalah album Witness (2017) yang tidak mendapat sambutan sesuai harapan. ’’Kami menciptakan seni dan menanti dunia menerimanya. Ketika itu tidak diterima, ketika orang-orang seolah berkata, ’Tidak, terima kasih’, kamu berpikir, ’Oh sial, rasanya tidak enak’,’’ jelas pemilik single Daisies tersebut.
Perry cukup beruntung karena Bloom justru tidak meninggalkannya ketika dia depresi. Katanya, Bloom adalah satu-satunya orang yang bisa menangani hal itu. ’’Aku menunjukkan semuanya, dia tidak mundur, dan itulah mengapa dia sempurna bagiku,’’ urainya.
Kini, Perry tengah menanti hari kelahiran anak pertamanya dengan Bloom. Perry juga telah melakukan meditasi dan terapi transendental untuk memulihkan kondisinya. Sementara itu, album Smile akan dirilis pada 14 Agustus. (Daily News/Just Jared/adn/c7/nda)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


