Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kayu Manis Mampu Mencegah Diabetes Tipe 2

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Photo
Photo

 Kayu manis telah lama dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Dalam penelitian terbaru, kayu manis terbukti membantu menstabilkan gula darah para pradiabetes. Sehingga menurunkan risiko menderita diabetes tipe 2.


Advertisement

Seperti diketahui, kondisi pradiabetes terjadi ketika kadar gula darah seseorang secara konsisten sangat tinggi melebihi normal. Namun, kondisi tersebut belum dikategorikan diabetes tipe 2. Tapi bisa jadi diabetes tipe 2 kalau kadar gula darahnya menjadi lebih tinggi lagi.

Dalam penelitian di Amerika Serikat (AS), yang dipublikasikan dalam Journal of the Endocrine Society, dikatakan mengosumsi kayu manis dengan makanan terbukti menurunkan tanda-tanda diabetes setelah tiga bulan. “Studi 12 minggu kami menunjukkan efek menguntungkan dari menambahkan kayu manis ke dalam diet untuk menjaga kadar gula darah stabil pada peserta dengan pra-diabetes,” kata penulis studi yang terkait, Giulio R. Romeo, M.D., dari Joslin Diabetes Center di Boston, Massachusetts, AS.

Studi ini mengamati orang dengan pradiabetes, yang didefinisikan memiliki kadar gula darah lebih tinggi dari normal. Uji klinis ini dilakukan pada 51 peserta dengan pra-diabetes.

Advertisement

Peserta dengan rentan usia 20 hingga 70 tahun dipilih dengan gejala seperti gangguan glukosa puasa dan toleransi glukosa. Serta tingkat HbA1c antara 5,7 dan 6,4 persen. Peserta diberikan kapsul kayu manis 500 mg atau plasebo tiga kali sehari selama 12 minggu. Kapsul plasebo adalah 91,5 persen selulosa, 8,4 persen pewarna makanan karamel dan 0,1 persen ekstrak kayu manis.

Para peneliti menemukan, asupan kayu manis mampu menurunkan kadar glukosa abnormal. Kayu manis dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada efek samping selama periode studi 12 minggu tersebut.

“Identifikasi pendekatan yang aman, tahan lama, dan hemat biaya untuk mengurangi perkembangan dari pra-diabetes menjadi diabetes tipe 2 adalah tujuan yang relevan secara klinis dari penelitian ini,” kata Dr. Romeo. (jpc)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

Ribuan peserta dari berbagai komunitas lari memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6), dalam gelaran Health Fun Run yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Kegiatan ini menjadi bag

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer