
Kematian pesinetron Marco Panari mengagetkan banyak fansnya. Adik kandung aktris Angela Gilsha itu mengembuskan napas terakhir di usia yang masih sangat muda, 23 tahun. Marco dinyatakan meninggal Sabtu malam (30/1).
Agung, perwakilan tim Bentuk Management yang menaungi Marco, mengaku belum mengetahui pasti penyebab kematiannya. Sebab, pemain sinetron Dia Bukan Manusia itu tidak memiliki riwayat sakit kronis. Juga, tidak terindikasi terpapar Covid-19. ’’Belum tahu, soalnya memang nggak sakit dan nggak Covid-19. Semua serba-mendadak,’’ kata Agung saat dihubungi via sambungan telepon (31/1).
Sebelum meninggal, aktor berdarah Italia tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong di tengah perjalanan.
Agung menyebutkan, saat itu Marco berada di rumah salah seorang rekannya. ’’Dia lagi di rumah teman, makanya kami nggak tahu (meninggal, Red) lagi ngapain. Tapi, pas dibawa ke rumah sakit, ternyata dalam keadaan udah nggak ada,’’ terang Agung.
Dugaan sementara, pemilik nama asli Marco Gilbert Panari itu meninggal akibat tersedak. Persoalan tersebut sedang diselidiki pihak berwajib. Karena itu, Agung enggan menjelaskan lebih detail. ’’Kata dokter, sepertinya tersedak. Selanjutnya tunggu kepolisian dan rilis resmi ya,’’ ujarnya.
Jenazah Marco diterbangkan dari Jakarta ke Bali kemarin pagi untuk dimakamkan. Selang beberapa jam, Angela bersama keluarga menyusul ke Pulau Dewata. ’’Tadi (kemarin, Red) pukul 13.50 baru berangkat,’’ imbuh Agung. (shf/c18/ayi)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

