Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temani saat Terakhir dengan Video Call

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Petugas meletakkan karangan bunga di makam Rina Gunawan.
Petugas meletakkan karangan bunga di makam Rina Gunawan.

Mengenakan APD lengkap, bintang sinetron Teddy Syach mengantar sang istri, Rina Gunawan, ke peristirahatan terakhirnya Rabu pagi (3/3). Rina meninggal dunia saat menjalani perawatan di ICU RS Pertamina Simprug, Jakarta Selatan, pada Selasa malam.


Advertisement

Artis 1990-an yang banting setir jadi pengusaha wedding organizer itu didiagnosis Covid-19. ”Kebetulan Rina mempunyai penyakit bawaan sinus, ada sesak napas, asma juga. Jadi ketika terserang Covid-19, ya cukup berat buat beliau,” kata Teddy di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Sebelum dibawa ke RS Pertamina pada Jumat (26/2), Rina beberapa hari dirawat di RS Premier Bintaro. Dia dirujuk ke RS Pertamina untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Meski merasakan duka yang dalam, Teddy berusaha mengikhlaskan kepergian perempuan yang menjadi istrinya sejak 1999 itu. Baginya, Rina adalah istri yang baik, juga ibu yang baik bagi anak-anak mereka. Rina disebutnya sangat sayang kepada orang tua dan keluarga serta saudara dan teman-teman. ”Apa yang kamu lakukan selama ini baik, baik. Kamu sudah menjalankan tugasmu sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu, maupun seorang anak selama ini,’’ ucap Teddy dalam pidatonya.

Advertisement

Teddy turut membimbing Rina di napas-napas terakhirnya melalui video call. ’’Saya dan anak-anak membantu dan membimbing selama 30 menit kita video call dan kami dari rumah enggak ada yang bisa ke ICU,’’ kenangnya sambil menangis.

Tiga hari sebelum meninggal, Rina dipasangi ventilator. Saat itu, mereka juga melakukan video call. ’’Sebelum pemasangan ventilator, dia (Rina, Red) dadah-dadah Ayah, gitu,’’ kata Teddy.

Beberapa bulan terakhir, Rina sering mengungkapkan keinginannya untuk berumur panjang. Dia ingin menyaksikan pernikahan kedua anaknya. ’’Sebelum sakit, bercanda, pokoknya Bunda mau nyaksiin dede sama kakak menikah dulu, baru abis itu pulang. Ya, itu sekadar gurauan aja,’’ papar Teddy.

Advertisement

Namun, takdir berkata lain. Rina mengembuskan napas terakhir di usia 46 tahun sebelum keinginan itu terwujud. ’’Terima kasih kepada yang sudah hadir di sini untuk mengantarkan ke kuburan almarhumah. Semoga almarhumah husnul khotimah. Husnul khotimah,” kata Teddy. (shf/c6/ayi)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer