Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Grammy Awards 2021, Malamnya Para Musisi Perempuan

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Beyonce (kiri) dan Megan S
Beyonce (kiri) dan Megan S

Grammy Awards 2021 menjadi milik para ratu. Beragam rekor dipecahkan musisi perempuan di ajang penghargaan yang dilaksanakan pada Minggu malam (14/3) waktu setempat atau kemarin pagi WIB itu. Di hajatan tahunan Recording Academy yang berlangsung di luar STAPLES Center di kawasan downtown Los Angeles itu, Beyonce mencetak rekor.


Advertisement

---

Dengan tambahan empat piala malam itu, pelantun Black Parade tersebut resmi menjadi musisi perempuan dengan kemenangan Grammys terbanyak. Beyonce total mengoleksi 28 piala, melampaui pemegang rekor sebelumnya, Alison Krauss dengan 27 piala. Raihan ibu tiga anak itu menyamai Quincy Jones, musisi pria pemilik piala Grammy terbanyak kedua sepanjang masa.

’’Terima kasih, semuanya. Sebagai seniman, aku percaya sudah tugasku –dan tugas kita semua– untuk merefleksikan zaman. Aku tidak percaya ini benar-benar terjadi, sungguh malam yang ajaib,’’ ucap Beyonce.

Advertisement

Dia mendedikasikan kemenangan itu untuk tokoh kulit hitam yang menginspirasinya. Beyonce juga menyatakan berutang kepada Megan Thee Stallion, yang mengundangnya jadi featured artist di lagu Savage Remix. ’’Aku sungguh menghormatimu. Aku merasa terhormat saat kau menawariku menjadi bagian dari lagu ini,’’ imbuhnya.

Savage Remix tak cuma membawa hoki buat Beyonce. Lewat lagu yang masuk album debut Good News itu, Megan Thee Stallion meraih tiga piala. Dia juga menjadi rapper perempuan pertama yang memenangkan piala Musisi Pendatang Baru Terbaik –yang nominasinya dihuni para perempuan. Pemilik nama asli Megan Pete itu gembira, kaget, sekaligus terharu.

Dia menuturkan, semua nominasi di kategori pendatang baru luar biasa. ’’Aku tidak mau menangis... Tahun lalu bak neraka, tapi kita semua berhasil melewatinya,’’ paparnya.

Advertisement

Megan Thee mempersembahkan kemenangan itu untuk mendiang Holly Thomas, ibunya yang juga seorang rapper. ’’Dia tidak di sini, tapi jiwanya selalu mendampingiku. Dia selalu percaya aku bisa melakukannya,’’ lanjut musisi 26 tahun tersebut.

Taylor Swift dan Billie Eilish ikut berpesta piala di ajang penghargaan Grammy Awards ke-63 itu. Swift memenangkan Album Terbaik, sedangkan Eilish memboyong piala Rekaman Terbaik –yang merupakan bentuk pengakuan pada aspek teknis di dapur rekaman. Kemenangan Swift terasa manis. Lewat raihan tersebut, dia menjadi musisi perempuan pertama dengan kemenangan Album Terbaik paling banyak, yaitu tiga piala. Untuk kali pertama, musisi 31 tahun itu terang-terangan menyebut nama kekasihnya, Joe Alwyn. ’’Joe adalah orang pertama yang mendengarku memainkan lagu yang kutulis. Aku melalui waktu menyenangkan menulis lagu denganmu saat karantina,’’ terang Swift.

Dia juga menyebut orang tua James, Inez, dan Betty –yang tak lain pasangan Blake Lively dan Ryan Reynolds– sebagai orang kedua dan ketiga yang pertama kali mendengarkan karyanya. Sayang, di ajang penghargaan yang dipandu Trevor Noah itu, Swift hanya memenangkan satu di antara enam nominasi.

Sementara itu, Eilish mengulang kejayaan tahun lalu di kategori Rekaman Terbaik. Setelah menang lewat Bad Guy tahun lalu, kini giliran Everything I Wanted yang mengantarnya menang. Musisi muda tersebut mengaku malu. Buatnya, piala itu lebih pantas untuk Megan Thee Stallion yang dianggapnya ratu. ’’Kau layak atas piala ini. Kau menjalani tahun, yang menurutku, tak tertandingi. Kaulah sang ratu. Kau berhak mendapatkan apa pun di dunia ini,’’ ujarnya.

Sanjungan buat Megan Thee tak membuat Eilish lupa pada timnya. ’’Aku sungguh mengapresiasi kemenangan ini. Aku cinta kalian semua, aku cinta timku. Terima kasih telah memperhatikanku dan terima kasih buat kakakku, Finneas,’’ tuturnya.

Rekor-rekor para musisi perempuan, plus penampilan apik mereka, membuat Grammys 2021 jadi salah satu ajang penghargaan di masa pandemi yang sulit dilupakan. Acara dikawal dengan protokol kesehatan ketat. Mulai penyelenggaraan di luar ruangan, meja hadirin yang kecil dalam jarak aman, hingga pembatasan media di karpet merah. Para pengisi acara juga diimbau memakai masker saat tidak tampil.

’’Ini bukan background Zoom, oke? Ini nyata. Senang sekali, kita semua yang hadir bisa menikmati udara Los Angeles; yang kutahu mungkin bahaya karena Covid-19, tapi kita semua mau mengambil risiko,’’ ungkap host Trevor Noah di awal acara.

Panitia menyediakan lima panggung indoor yang tiap titiknya memiliki jeda 45 menit untuk setiap penampilan. Recording Academy selaku pelaksana juga menggandeng pemilik venue di Los Angeles untuk berbagi cerita sekaligus membacakan pemenang di beberapa kategori.

Ironisnya, penghargaan di industri yang lekat dengan suara itu justru diwarnai kendala teknis. Kualitas suara buruk. Beberapa pidato kemenangan diganggu gaung, distorsi, hingga volume yang turun. Media sosial pun dipenuhi protes fans. Mereka menilai kualitas penyiaran Grammy Awards setara pertemuan Zoom.

Kemenangan The Strokes juga ’’tertunda’’ gara-gara masalah teknis. Band asal Manhattan, New York, itu tidak menerima suara siaran. Vokalis Julian Casablancas, basis Nikolai Fraiture, dan drumer Fabrizio Moretti yang hadir secara virtual tidak mendengar saat nama mereka diumumkan sebagai pemenang. Penonton dan audiens di venue merasakan keheningan yang canggung sebelum koneksi mulai membaik.

Grammy Awards 2021 bisa menjadi ’’latihan’’ buat audiens agar terbiasa dengan ajang penghargaan daring. Sebab, sepanjang Maret–April 2021, ada sederet acara penghargaan lagi. Di antaranya, Screen Actors Guild (SAG) Awards (4 April), BAFTA Awards (11 April), dan The Oscars (25 April). (fam/c18/ayi)

 

 

 

Grafis ---

 

Sebagian Pemenang Grammy Awards 2021

 

Rekaman Tahun Ini

Billie Eilish – Everything I Wanted

 

Album Tahun Ini

Taylor Swift – Folklore

 

Penampilan R&B Terbaik

Beyoncé – Black Parade

 

Album Vokal Pop Terbaik

Dua Lipa – Future Nostalgia

 

Penampilan Rap Terbaik

Megan Thee Stallion featuring Beyoncé – Savage

 

Lagu Tahun Ini

HER – I Can’t Breathe

 

Album Pop Latin atau Urban Terbaik

Bad Bunny – YHLQMDLG

 

Penampilan Rap Melodi Terbaik

Anderson .Paak – Lockdown

 

Penampilan Solo Pop Terbaik

Harry Styles – Watermelon Sugar

 

Album Country Terbaik

Miranda Lambert – Wildcard

 

Artis Baru Terbaik

Megan Thee Stallion

 

Penampilan Duo/Grup Pop Terbaik

Lady Gaga dan Ariana Grande – Rain On Me

 

Penampilan Rock Terbaik

Fiona Apple – Shameika

 

Penampilan Metal Terbaik

Body Count – Bum-Rush

 

Lagu Rock Terbaik

Brittany Howard – Stay High

 

Album Rock Terbaik

The Strokes – The New Abnormal

 

Album Musik Alternatif Terbaik

Fiona Apple – Fetch the Bolt Cutters

 

Album R&B Progresif Terbaik

Thundercat – It Is What It Is

 

Lagu R&B Terbaik

Robert Glasper featuring H.E.R. & Meshell Ndegeocello – Better Than I Imagine

 

Album R&B Terbaik

John Legend – Bigger Love

 

Album Rap Terbaik

Nas – King’s Disease

 

Penampilan Rap Terbaik

Megan Thee Stallion featuring Beyoncé – Savage

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Onay Sajah Rilis “Beratnya Setengah Mati”, Lagu Tentang Perjuangan Hidup yang Menyentuh Hati

Onay Sajah Rilis “Beratnya Setengah Mati”, Lagu Tentang Perjuangan Hidup yang Menyentuh Hati

Musisi asal Balikpapan, Onay Sajah, kembali menyapa penikmat musik Indonesia melalui single terbarunya berjudul “Beratnya Setengah Mati”. Lagu yang resmi dirilis pada 3 Mei 2026 ini mengangkat kisah p

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer