
Grup band Naif sempat dinyatakan bubar beberapa waktu lalu setelah ditinggal oleh ketiga personelnya yaitu Emil, Pepeng dan David. Ketiganya sudah sempat menyatakan mundur dari grup musik yang terbentuk pada 22 Oktober 1995 itu.
Yang pertama kali hengkang dari Naif adalah Emil pada 11 September 2020 lalu. Kurang dari satu bulan kemudian Pepeng juga menyatakan mundur mengikuti jejak Emil. Beberapa minggu setelah Pepeng, band ini juga ditinggalkan oleh manajemen yang menaunginya. Dan puncaknya beberapa waktu lalu David juga menyatakan mundur melalui sebuah video di akun YouTube-nya.
Jarwo mengatakan, sebelum terjadi kehebohan akibat berhembusnya kabar Naif bubar, sejatinya sudah sempat ada surat pembubaran Naif oleh manajemen yang menaungi. Semua personel band ini sudah menanda tangani surat pembubaran Naif kecuali Jarwo.
“Datang utusan dari manajemen yang sudah mengundurkan diri ke rumah. Dia membawa sebuah surat peresmian pembubaran Naif. Sudah disiapkan tuh empat kolom tanda tangan pembubaran Naif. Emil sudah tanda tangan, Pepeng sudah tanda tangan, David juga sudah tanda tangan,” ungkap Jarwo melalui akun YouTube Jarwo Fekgitar.
Jarwo enggan menanda tangani surat pembubaran itu meskipun ketiga personelnya sudah tanda tangan karena Jarwo menganggap ada sesuatu yang janggal dalam benaknya. Dia merasa, bagaimana mungkin manajemen yang sudah mengundurkan diri dan sudah tidak lagi terikat dengan band Naif membuat surat pembubaran. Jarwo pun mempertanyakan legal standingnya.
“Kok bisa manajemen sudah mengundurkan diri terus membuat surat pembubaran, apa maksudnya ya? Kebayang gak?Gua gak mau tanda tangan. Suratnya gak asik buat gua,” katanya.Usai menolak menanda tangani surat pembubaran Naif, Jarwo kemudian memberi tahu David kalau dirinya menolak karena ada yang janggal dalam pikirannya. Ia menganggap surat itu cacat dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius. David pun menyerahkan keputusan itu ke Jarwo.
Setelah tidak mau menanda tangani surat pembubaran Naif, Jarwo menyatakan Naif sebagai sebuah grup musik masih tetap ada dan belum bubar sampai sekarang. Baginya, keputusan bubar atau tidaknya sebuah grup musik harus ditentukan oleh semua personelnya. “Band ini kan empat orang. Kalau tiga begini, apa yang satu mengiyakan?” katanya.
Dia juga mengatakan, andai saja surat pembubaran Naif itu dinilai memiliki legitimasi meskipun dianggapnya cacat, setelah ketiga personel Naif menandatangani surat itu, Naif tidak lantas dikatakan bubar begitu saja. Karena personelnya masih ada yaitu Jarwo.
“Kalau surat tadi yang sudah ditandatangani personel Naif itu dianggap resmi, berarti personel Naif tinggal gua sendiri donk. Ini andai-andai lho, bukan kenyataan. Karena kita belum duduk berempat. Kalau David bilang Naif vakum ada benarnya juga karena gua belum mengeluarkan statement,” tuturnya.
Jarwo mengaku Naif memiliki masalah internal. Dia sendiri tidak tahu apa masalahnya karena tidak diberi tahu oleh Emil Cs. Dia berharap keempat personel band Naif bisa berkumpul dan membicarakan hal tersebut. (jpc)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


