Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terus Edukasi, Pendekatan dengan Kolaborasi

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Photo
Photo

SELAMA lima tahun memimpin CIMB Niaga Syariah Samarinda, Mona Riyanti menyebut jika sejauh ini, nasabah yang membuka rekening mulanya hanya berpikir untuk menabung. Masih belum teredukasi dengan benar, mengenai kegiatan bank syariah termasuk produknya.


Advertisement

Disebutkan jika bank konvensional atau pada umumnya dengan syariah tak bisa head to head diadu. Masing-masing memiliki plus minus. Termasuk berbagai kemudahan yang menyesuaikan preferensi masyarakat dalam memilih lembaga intermediasi keuangan mereka.

Oleh sebab itu, sosialisasi untuk edukasi terus digencarkan. Hingga sejauh ini, masih ada masyarakat memiliki stigma khusus bagi bank dengan label syariah. “Misal hanya orang Islam saja yang boleh jadi nasabah. Padahal tidak. Kemudian kesan elite, padahal dari segi pelayanan sama,” beber Mona ditemui di kantornya, Jalan Juanda Samarinda.

Sebagai contoh, dalam syariah memang tidak bunga. Umumnya bank konvensional menawarkan bunga di awal atau di depan. “Misal nabung di umum, disebutkan di depan akan ada bunga 4 persen. Mau untung atau rugi, tetap 4 persen. Kalau di syariah namanya nisbah bagi hasil. Tidak tentu, patokannya apa? Biasanya yang dipakai dari periode sebelumnya, jadi bisa naik, bisa turun,” jelasnya.

Advertisement

Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain. Untuk penyimpanan dana, pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lain yang sesuai dengan syariah.

“Ada yang non Islam tapi menabung di kami. Kita terbuka, dia tertarik dengan produk syariah yang saya tawarkan. Ya alhamdulillah, ternyata setelah simpan uang di sini, diakui rezeki selalu ada. Akhirnya enggak pernah menarik dananya, ya berarti dia tidak merasa dirugikan dan aman saja kan? Berarti bagi hasilnya bagus kan menurut dia,” kata Mona.

Satu brand dengan CIMB Niaga, Mona menyebut jika kenyamanan dan kebutuhan nasabah adalah hal utama. Jika nasabah syariah ingin produk di bank umum, langsung diarahkan. Begitu sebaliknya.

Advertisement

“Jadi bukan rebutan, sama-sama melayani nasabah. Karena kan kami saling melengkapi, satu brand. Cuma memang ada beberapa masyarakat yang mungkin masih punya pemahaman beda tentang syariah. Saya tidak pungkiri, ada juga nasabah yang sudah buka rekening, tinggal setoran dan waktu tahu kami syariah. Langsung enggak jadi, ada. Kita tidak tidak paksa, sekali lagi memang sesuai kebutuhan mereka, nyamannya,” beber Mona.

Selain itu, sektor perbankan syariah mampu bertahan di tengah krisis pandemi. Peningkatan bisnis serta kinerja dan pergerakan yang cenderung stabil pula di pasar modal. “Perbankan syariah mampu tumbuh kuat di tengah pandemi dan resilience (bertahan) di masa pandemi baik dari segi aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK). Mampu tumbuh di atas perbankan nasional,” paparnya.

Sejauh ini, segmentasi nasabah syariah beragam. Selain motif menabung, ada pula transaksi seperti investasi ritel. Kemudian, mengembangkan layanan berbasis digital. Sehingga memudahkan. Seperti layanan rekening ponsel.

Rekening yang menggunakan nomor ponsel sebagai alat untuk melakukan berbagai pembayaran. Sehingga memudahkan untuk berbagai jenis transaksi. Sebab zaman ini, menurut Mona siapa orang yang tidak menggunakan handphon.

Berbagai kemudahan itulah, yang menjadi salah satu strategi mengenalkan bank syariah kepada masyarakat. Selain itu, Mona menyebut jika mereka juga kolaborasi di berbagai kegiatan dengan berbagai instansi.

“Misal kerjasama dengan pegadaian atau kementerian agama. Jadinya kan membangun brand image. Kalau enggak begitu, siapa yang akan tahu? Memang sejauh ini kami terus edukasi. Bahasa lainnya ya jemput bola lah,” katanya.

Dia menekankan harus aktif, agresif dan responsif. Dijabarkan jika aktif mengenai informasi produk, lalu agresif dalam menawarkan. “Tentu dalam pengertian baik ya. Setelah itu ya harus responsif. Pelayanan baik itu utama. Ya jangan sampai sudah aktif dan agresif tapi malah kita yang enggak respons,” sebutnya.

Pangsa pasar perbankan syariah masih sangat luas. Disebutkan jika nasabah memiliki karakter masing-masing. Meski demikian, khusus di tempatnya, ada beberapa ikatan emosional yang menjadikan nasabah loyal.

Utamanya yakni Mona menegaskan jika mereka tak memaksa. Bahwa memang keputusan memilih untuk menabung kembali ke tiap individu, tergantung kebutuhan dan kenyamanan. “Tapi alangkah lebih baik, teredukasi dulu mengenai syariah. Bagaimana sistemnya, apa produknya. Karena kan kalau enggak kenal, maka tak sayang,” pungkasnya. (rdm)

 

 

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer