
ADANYA larangan kumpul-kumpul atau berkerumun, mengubah sebagian besar kebiasaan masyarakat. Termasuk tradisi silaturahmi atau kumpul keluarga yang lekat dilakukan saat hari raya atau hari besar keagamaan.
Sejak tahun lalu, tren berkirim hampers semakin naik daun. Jika biasanya dikenal istilah parsel, kali ini disebut hampers. Mirip namun tak serupa. Bentuknya bermacam-macam, dengan pengemasan atau packaging menarik.
Salah satu yang mengikuti tren hampers adalah D Almond. Memulai usaha sejak 2018, Sophia Caroline Padlan mulai membuat hampers saat Natal 2020 lalu. Kala itu, dia melihat bahwa hampers menjadi salah satu hal penting untuk merekatkan kembali silaturahmi.
“Ternyata antusias cukup tinggi. Apalagi pengemasan atau penampilannya kan bagus ya, jadi pada order. Dan trennya semakin naik, masuk 2021 saat Imlek dan Idulfitri itu semakin lagi. Jadi, kayak mereka yang dapat hampers waktu Natal, balas ngasih saat Imlek dan Idulfitri itu,” beber perempuan yang karib disapa Olin itu.
Pada Natal 2020 lalu, dirinya menyiapkan 200 paket hampers dan habis terjual. Selain itu, dia menyebut, saking trennya, dirinya melihat adanya fenomena order last minute.
“Jadi kayak dia dapat hampers, terus bingung mau balas apa, nah kami kan masih ada stok. Jadi kayak mereka pesan di kami. Jadi banyak yang last minute gitu, dekat sama hari H baru pada mulai order,” ungkapnya.
Dia menyiapkan berbagai paket sesuai bjet. Untuk hampers Natal 2021, ada tiga pilihan paket yang dia siapkan. Mulai harga Rp 95-185 ribu. Selain itu, urusan packaging dia buat semenarik dan secantik mungkin.
“Kali ini memang kami fokusnya ke packaging. Situasi sekarang, kalau enggak ada hampers, kayak enggak afdol gitu. Dan semakin ke sini, semakin banyak pilihan. Pengusaha mulai lirik juga. Karena kan memang kayak balas-balasan gitu,” bebernya.
Olin mengatakan, sistem pemesanan hampers di tempatnya memang berdasarkan kuota yang dia bikin. “Tahun ini sediakan sekitar 200-an paket juga. Sampai sekarang masih open. Seperti yang di awal tadi, kita itu kadang jadi pilihan last minute untuk hampers. Jadi ya masih tetap melayani,” jelasnya.
Sama juga dengan Cindy Stella dengan usaha Mini Kitchen, berbasis kuliner, dia memulai hampers sejak Idulfitri 2019. Mulanya dia tak menaruh harapan banyak. Kala itu niatnya hanya membuat boks makanan beda dengan ucapan khas lebaran.
“Namanya kita setiap hari jualan, ya kan pasti melihatnya biasa saja. Ternyata orang lihatnya suka, jadi lebih cantik untuk dikasih. Nah dari situ, mulailah aku konsep benar-benar dari segi kemasan,” ujarnya.
Sehingga pada saat momen hari besar, dirinya turut andil ambil bagian. “Natal 2019 itu syukurnya laku 150 paket. Itu juga orang masih masuk terus, tapi boksnya sudah habis. Nah 2020 naik jadi 200-an, ternyata masih kurang lagi,” beber Cindy.
Namun, diakui setelah mengamati tren hampers dua tahun terakhir, dia melihat bahwa masyarakat Samarinda cenderung order mendekati hari H, sehingga itu yang membuat dirinya kelimpungan dan kewalahan.
Kaitannya dengan boks kemasan. “Mau order banyak tapi takut sia-sia boksnya, order sedikit ternyata banyak. Kasihan juga kan percetakannya aku kejar-kejar terus. Jadi aku siasati dengan stiker, terus juga ucapan misal Natal dan Tahun Baru tapi enggak pakai tahun. Jadi kalau ada sisa, masih bisa buat tahun depan,” jelasnya.
Cindy menyebut jika dia juga tak mungkin menolak, sehingga dia memberi pengertian terkait kemasan boks. Beruntung, customer yang memesan sebagian besar tak ambil pusing atau tak merasa masalah.
“Ditolak tapi rezeki, kalau enggak ditolak boks enggak ada. Makanya siasat dengan stiker. Cuma memang ada yang aku cukup tegas sih, terkait pengiriman. Misal ada yang pesan tapi minta diantar tanggal 20 Desember, sedangkan slot tanggal 20 full. Ya aku kasih pengertian bisanya tanggal 24 Desember misal,” ungkapnya.
Membuat jadwal yang tersusun dari daftar orderan yang masuk adalah hal penting menurutnya terkait hampers. Koordinasi antara pengemasan, jadwal pengantaran via kurir mesti teratur.
Dia menyediakan empat pilihan paket hampers, semuanya adalah kuliner. Mulai paket ayam bakar, kue cubit, mk ball, hingga salad buah. Dengan variasi harga paket mulai Rp 85-150 ribu.
“Aku lihatnya sih mulai bagus ya orang Samarinda. Karena biasanya saling kirim hampers, sebagai ganti silaturahmi kan. Tapi memang menurutku agak sulit ditebak, aku sih sedia paket 200-an. Sampai sekarang masih santai, tapi biasanya mendekati Natal baru mulai ramai. Kadang satu orang bisa order 10 paket,” pungkasnya. (rdm/ndu/k16)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

