
JAKARTA - Setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, film horor KKN di Desa Penari akhirnya bakal tayang 30 April mendatang. Dua hari sebelum Idul Fitri atau Lebaran. Ini jelas jadi kabar baik bagi mereka yang penasaran dan tak sabar untuk menyaksikan film karya sutradara Awi Suryadi itu. Termasuk, mereka yang sebelumnya pernah membaca cerita KKN di Desa Penari dalam sebuah utas di akun Twitter SimpleMan yang viral pada 2019.
Produser KKN di Desa Penari Manoj Punjabi juga ikut lega film horornya bakal dirilis. Manoj mengaku sempat tidak percaya diri. Dia cemas antusiasme publik bakal merosot atau bahkan menghilang akibat keputusan penundaan tayang. "Jujur sih iya, saya agak khawatir. Tapi saya percaya ini film bagus dan sangat menjanjikan," kata Manoj saat ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Jumat malam (22/4).
Sebelum diumumkan bakal rilis menjelang Lebaran, rumah produksi MD Pictures dan Pichouse Films sempat berencana merilis film pada 24 Februari lalu. Sayang, gelombang pandemi Covid-19 terjadi lagi. Kedua rumah produksi akhirnya menunda kembali perilisan KKN di Desa Penari.
Manoj menyebut bahwa KKN di Desa Penari merupakan film horor termahal yang pernah diproduseri dan digarap oleh MD Pictures. Biayanya mencapai Rp 15 miliar. "Untuk produksinya aja lebih dari 1 juta USD (setara Rp 14.470.000.000). Belum untuk kebutuhan waktu promosi yang kemarin-kemarin, Rp 100 juta terpakai," tutur Manoj.
Meskipun dinilai terlalu berlebihan dari segi biaya, namun hal tersebut bukan suatu permasalahan besar bagi Manoj dan timnya. Dia tetap ingin mempersembahkan yang terbaik mengingat antusiasme penonton terhadap film ini cukup besar.
Bagi mereka yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan lebih dulu, Manoj dan timnya mengadakan penayangan lebih awal lewat program sneak peak. Yakni, pada 23 dan 28 April. Tiket program sneak peek itu pun habis terjual dalam waktu cepat.
KKN di Desa Penari bercerita tentang 6 mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata atau KKN di sebuah desa terpencil di Jawa Timur. Pengalaman mistis Nur (Tissa Biani), Bima (Achmad Megantara), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugraha) saat menjalani KKN menjadi fokus utama cerita. Film dirilis dalam dua versi, yaitu cut dan uncut. Versi uncut memiliki durasi yang lebih lama karena terdapat penayangan adegan erotis. (shf/len)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

