Apalagi, sejak sebelum covid mewabah pun, perempuan sudah harus menghadapi ketidaksetaraan di banyak sektor.
Mandiri, ia artikan sebagai akses terhadap kemampuan ekonomi. Leluasa mengontrol ekonomi keluarga atau di luar keluarga. Tapi, akses ekonomi itu bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Semata untuk membangun keluarganya.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PEREMPUAN harus mandiri, kompeten dan berwawasan luas. Demikian yang kerap diulang-ulang Hj Shinta Laksmi Dewi. Dewi adalah Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalimantan Selatan. Lewat organisasi nirlaba itu, Dewi menginginkan perempuan bisa membantu pemulihan perekonomian masyarakat.
Advertisement
“Pandemi telah menambah beban perempuan. Yaitu kehilangan pencaharian, menjadi tulang punggung keluarga, dan rentan menjadi obyek kekerasan dalam rumah tangga bahkan di lingkungan,” ungkapnya. Di tengah masa turbulensi ekonomi ini, Dewi menegaskan, ketahanan perempuan adalah perkara penting. Agar mereka sanggup menanggung semua dampak pandemi.
Lalu, konkretnya bagaimana? “IWAPI mendorong perbankan Indonesia untuk memberikan akses inklusif terhadap perempuan,” jawabnya. “Perempuan berhak mendapat porsi lebih. Pertimbangannya, perempuan memiliki komitmen dan disiplin dalam mengelola keuangan,” tutupnya. (sya/gr/fud)
Advertisement
ProkalIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement

