Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dengarkan Saran, Tingkatkan Kualitas

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Diana Mariana
Diana Mariana

Diakui sebagai pribadi yang tak bisa diam, Diana menjajal bisnis kuliner. Olahan masakan rumahan adalah yang dia pilih. Seiring waktu, dia memutuskan fokus mengolah ikan. Baik dalam bentuk abon hingga sambal. Kini produknya terpajang apik di puluhan toko di Samarinda.


Advertisement

MULANYA Diana tertarik mencoba usaha dengan sistem multi level marketing. Namun seiring jalan, dia merasa hal itu tak cocok karena tak bisa berkembang. Lalu pada 2013, dia menjual aneka sayur matang di depan sekolah dasar (SD) tempat anaknya menimba ilmu.

“Terus beralih jualan online, lewat facebook. Ingat betul itu produk pertama rabuk (olahan ikan) dan teri. Terus ketika sudah bisa bawa mobil, saya buka jasa antar-jemput khusus muslimah, jadi online tapi non-aplikasi. Awalnya mau daftar aplikasi, tapi suami enggak izinkan karena penumpang kan enggak bisa pilih. Sampai sekarang masih untuk antar-jemput online itu, terakhir baru kemarin saya ada antar orang ke bandara APT Pranoto,” ujarnya.

Lalu pada 2017, Diana mulai aktif mengikuti berbagai pelatihan terkait. Baik dalam bentuk workshop hingga sosialisasi. “Dulu jualan itu masih kemasan mika, terus pinggirnya diisolasi. Setelah jadi binaan dinas, jadi mulai inovasi dan dikembangkan,” beber perempuan kelahiran 1981 itu.

Advertisement

Kemampuannya mengolah makanan didapat dari autodidak. Diana mengaku sebagai pribadi yang tak lelah mencoba. Hingga didapat resep yang pas. Seiring waktu, konsumen adalah mereka yang menurut Diana turut mengembangkan usahanya.

“Masukan, saran atau komentar dari konsumen itu menurut saya wajib didengar. Supaya mempertahankan agar konsumen puas kan, bagaimana caranya jika ada yang kurang diperbaiki,” jelasnya.

“Contoh saran konsumen yang mau membawa produk saya ke luar kota, buat oleh-oleh begitu kan. Sedangkan rabuk saya waktu itu cuma tahan 3 hari karena tanpa pengawet. Maka terciptalah abon ikan itu,” lanjut Diana.

Advertisement

Kini dia miliki sedikitnya 7 produk dengan brand Dapoer Ikan Diana, mulai abon ikan cakalang, teri dan udang krispi. Lalu empat macam sambal, yakni sambal ikan cakalang, baby cumi, rebon dan haruan. Pengembangan produk juga tercipta seiring waktu.

“Karena prinsipnya itu, kalau mau berkembang ya harus inovasi. Apalagi kalau mau masuk ke market misal swalayan gitu. Karena kan kemasan saya ibaratnya telanjang, cuma standing pouch dikasih stiker. Makanya inovasi terus,” ungkap ibu dua anak itu.

Hingga akhirnya pada 2019, produknya mulai mejeng di rak-rak swalayan. “Kalau dihitung sekarang mungkin sudah ada 30-an mitra usaha, belum lagi reseller. Di Samarinda, Tenggarong juga ada, Bontang dan Mahakam Ulu juga,” sambungnya.

Produksi kini dibantu oleh empat orang. Disebutkan jika dia sedang dalam tahap membangun rumah produksi khusus. Setelah sebelumnya sempat terkena musibah kebakaran tahun lalu. “Alhamdulillah ini usahanya semakin berkembang. Ke depan rencananya mau tambah produk baru. Karena tentu penginnya harus selalu ada inovasi,” pungkasnya lalu tersenyum. (**)

Raden Roro Mira

 

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer