Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Agar Mobil Matik Lebih Panjang Umur, Hindari Kebiasaan Ini

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Ilustrasi: Jeroan transmisi otomatis berjenis D-CVT. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Ilustrasi: Jeroan transmisi otomatis berjenis D-CVT. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Bagi masyarakat urban yang tinggal di perkotaan atau pulang pergi dari daerah penyangga ke pusat kota untuk bekerja, saat ini mobil dengan transmisi otomatis atau matik banyak jadi pilihan. Jelas, jenis transmisi ini lebih nyaman ketimbang transmisi manual.


Advertisement

Saat menggunakan transmisi otomatis, pengendara mobil tidak perlu repot menginjak pedal kopling. Kaki kiri lebih rileks, tangan juga jadi nggak sibuk menggeser tuas persneling dan berpindah-pindah gigi.

Dua jenis transmisi antara matik vs manual sendiri memang ada kurang dan lebihnya masing-masing. Transmisi manual terkenal lebih responsif, bisa dibejek sampai RPM tertinggi dan lebih mantap buat style mengemudi menghentak-hentak. Hanya, saat dihadapkan dengan jalanan macet, memang melelahkan. Pengendara bisa lebih lelah. Beda dengan transmisi matik.

Tapi, transmisi matik terkenal high cost, mahal perawatannya dan nggak bisa sembarangan gaya mengemudinya. Salah soal gaya mengendarai, umur transmisi matik jadi nggak panjang, rentan rusak dan mahal biaya perbaikannya.

Advertisement

Nah, untuk menghindari hal tersebut, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi menerangkan, yang perlu diperbaiki pengendara adalah gaya mengemudinya. 

“Yang paling gampang misalnya, kalau parkir seringnya langsung ke posisi tuas ‘P’ baru angkat rem tangan. Padahal salah,” terang Bambang di markas Daihatsu di Sunter, Jakarta Utara, belum lama ini.

Kebiasaan demikian bikin transmisi jadi “mengganjal”. Pasalnya, beban henti kendaraan sepenuhnya diserahkan kepada komponen transmisi. Padahal seharusnya, hal ini menjadi tanggung jawab komponen rem.

Advertisement

“Jadi yang benar ditarik dulu rem tangan (hand brake) baru pindahkan tuas transmisi ke posisi ‘P’. Jadi tumpuan bebannya nggak ke transmisi, ke rem. Nanti saat mau jalan jadi smooth pindahnya karena nggak ada beban atau yang mengganjal,” terang Bambang. 

Kalau dilakukan berulang kali, kebiasaan seperti ini bikin komponen transmisi matik jadi cepat aus. Kalau sudah demikian, perbaikan yang mesti dilakukan jadi banyak, merembet dan jadinya mahal.

“Saat parkir, pindahkan posisi transmisi ‘P’ saat setelah menarik rem parkir. Yang benar, tarik rem parkir dulu baru pindahkan ke posisi P. Ini salah satu cara mudah bikin komponen matik jadi long lasting,” tandasnya. (jpc)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer