Rasakan 2 Gejala Ini Saat Bangun Pagi Hari, Patut Curiga Kena Omicron

Lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara dipengaruhi oleh penularan varian Omicron dan turunannya seperti BA.4 dan BA.5 serta BA.2.75. Gejala Omicron umumnya berbeda dengan Covid-19 awal saat muncul di Wuhan, Tiongkok. Peneliti mengungkapkan gejala bahkan bisa muncul saat bangun tidur pada pagi hari.
Co-Founder ZOE Scientific dan ilmuwan utama di ZOE Health Study, Profesor Tim Spector, telah menyoroti 2 gejala yang mungkin lebih terlihat ketika Anda bangun di pagi hari. Maka jika sudah mengalami gejala ini, Anda patut curiga terkena Omicron.
“Jika Anda memperhatikannya, yang terbaik adalah mengasumsikan atau curiga itu adalah Covid-19,” tegasnya.
Apa saja 2 gejala itu?
Dia mengatakan ada 2 gejala utama yang menjadi bukti dari studi ZOE, yang telah mengumpulkan data selama pandemi. Adalah kelelahan dan sakit tenggorokan.
“Jadi, jika Anda bangun setelah tidur malam yang nyenyak tetapi masih merasa lelah maka itu mungkin mengarah ke Covid-19, jadi gejala Covid-19 ini akan lebih terlihat di pagi hari,” jelasnya.
Demikian juga, sakit tenggorokan lebih sering dilaporkan pada orang dengan Covid-19 daripada pilek biasa. Maka anggaplah diri Anda kena Covid-19, segera tes dan isolasi mandiri.
“Cobalah dan lakukan tes. Jika tidak tes, anggap Anda sedang flu dan menjauhlah dari banyak orang sampai Anda merasa lebih baik,” kata Spector.
Gejala seperti pilek yang paling umum dilaporkan saat ini adalah pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk terus menerus, kelelahan ringan dan berat. Selain menghindari pertahanan kekebalan, subvarian Omicron lebih mudah menular, tetapi umumnya menyebabkan penyakit yang lebih ringan jika sudah divaksinasi booster. (jpc)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

