Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hipertensi Tak Bisa Sembuh, Hanya Dapat Dikendalikan, Ketahui Sebabnya

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Ilustrasi hipertensi. Hipertensi rupanya tak bisa disembuhkan dan harus minum obat seumur hidup untuk mengendalikannya. (Istimewa)
Ilustrasi hipertensi. Hipertensi rupanya tak bisa disembuhkan dan harus minum obat seumur hidup untuk mengendalikannya. (Istimewa)

 Seseorang dengan tekanan darah di atas normal harus mewaspadai terjadinya hipertensi. Hipertensi rupanya tak bisa disembuhkan dan harus minum obat seumur hidup untuk mengendalikannya.


Advertisement

Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, mengatakan hipertensi sendiri merupakan penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan. Jika tekanan darah seseorang sudah mencapai target bukan berarti dia sembuh, tapi terkontrol.

“Kalau sudah terkontrol maka diharapkan bisa menghindari komplikasinya, salah satunya kerusakan otak seperti stroke,” katanya kepada wartawan dalam webinar baru-baru ini. 

Sayangnya, kata dia, banyak orang tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita tekanan darah tinggi karena seringkali tidak adanya gejala. Sering sekali seseorang terserang stroke tiba-tiba karena hipertensi.

Advertisement

“Akan tetapi, si penderita tidak pernah tahu bahwa dirinya memiliki hipertensi. Oleh karenanya, hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap atau silent killer,” jelasnya. 

Penyebab Hipertensi

Menurut dr. Eka, seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg.

Advertisement

Maka pertama-tama, perlu diperhatikan faktor-faktor risiko atau penyebab yang bisa menyebabkan hipertensi itu sendiri. Misalnya usia, obesitas, makanan yang terlalu mengandung garam dan sedikit kalium, kurangnya berolahraga, merokok dan konsumsi alkohol, hingga stres. 

“Faktor risiko tersebut mampu membuat tekanan darah tidak stabil. Saat ini, ada dua faktor risiko tambahan yang juga perlu diperhatikan seperti udara dingin dan polusi udara,” tutur dr. Eka.

“Salah satu yang menjadi tantangan dalam penanganan hipertensi adalah pasiennya kadang tidak sadar kalau mereka mengidap hipertensi dan baru ketahuan saat tekanan darah sudah di angka yang sangat tinggi. Maka penting untuk rutin cek tekanan darah,” tutupnya. (jpc)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

Ribuan peserta dari berbagai komunitas lari memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6), dalam gelaran Health Fun Run yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Kegiatan ini menjadi bag

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer