Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perpaduan Bumbu Khas Minahasa-Jawa

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Photo
Photo

Aroma wangi tercium ketika hotplate yang membawa beef bledeque ditaruh di atas meja. Lengkap dengan nasi putih dan sayuran sebagai pendamping. Tak lupa, minuman bertajuk markisa spritzer juga disajikan. Merupakan menu promo dengan tagline Octobestie di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda untuk Oktober nanti.


Advertisement

 

INSPIRASI bumbu berasal dari hidangan khas Minahasa, Sulawesi Utara. Kaya rempah dengan cita rasa pedas. “Jadi ini sebenarnya pakai bumbu RW, jadi aneka rempah mulai jahe, serai, lengkuas itu dihaluskan. Nah, di sini kita pakai daging sapi bagian tenderloin. Bisa dibilang perpaduan Minahasa dan Jawa, karena saya tambah kecap manis,” beber Executive Chef Budi Harimanto.

Seluruh bumbu termasuk bawang merah dan putih serta cabai dihaluskan. Tanpa ditumis terlebih dahulu, daging dan bumbu dimasukkan berbarengan. Kemudian dimasak. Tak lupa daun jeruk agar aroma masakan semakin wangi.

Advertisement

Daging dimasak hingga empuk, lalu dibubuhi dengan berbagai bumbu penyedap dan kecap manis. “Kurang lebih 20 menit, sampai meresap bumbunya. Dihidangkan di hotplate jadi biar makin enak dimakannya,” lanjut Budi.

Daging yang sudah dipotong kecil-kecil, membuatnya empuk ketika hanya dimasak 20 menit. Rasa kecap manis nan khas dan bumbu rempah berpadu. Semakin nikmat dengan cita rasa pedas.

“Kalau aslinya di sana bumbu RW itu pakai daun pangi. Daun dari pohon keluak, diambil bagian pucuknya. Ini modifikasi, tapi memang tetap bumbu dasarnya enggak berubah,” jelas dia.

Advertisement

Sentuhan akhir sebelum dihidangkan, Budi tambahkan bawang putih goreng yang sudah diiris tipis. Sehingga saat dicicipi, ada rasa gurih khas. Semakin menambah aroma dan juga rasa.

“Ini semacam inovasi resep saja, ternyata cocok. Dan kalau masalah rempah-rempah, bisa dibilang enggak setengah-setengah. Alhamdulillah, sejauh ini tamu juga minim sekali komplain soal makanan, diterima di lidah mereka,” ungkapnya.

Satu porsi beef bledeque dibanderol dengan harga Rp 85 ribu. Perpaduan rasa pedas, manis dan juga gurih yang meleleh di mulut. Bagi pencinta pedas, makanan ini masuk daftar wajib selama Oktober nanti. Namun jangan khawatir, rasa pedasnya tetap bisa dinikmati. “Bukan yang rasa pedas doang. Jadi, bagaimana rasa pedasnya itu orang tetap lahap makannya, tetap enak,” tutup Budi. (ndu/k15)

RADEN RORO MIRA

@rdnrrmr

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer