Sebagai perempuan, bukannya tak ada kendala. Momok yang kerap dihadapi Dya adalah mobilisasi gear dan properti yang berat dan besar.
Tak jarang klien meminta dipotret di luar studio. “Saya belum bisa menyetir mobil sendiri. Jadi kalau ada job di luar, kadang perlu bantuan,” ceritanya.
Keuntungan menjadi fotografer cewek, dalam resepsi perkawinan, lebih mudah baginya untuk berkomunikasi dengan mempelai wanita. “Lebih leluasa mengeksplorasinya,” sambungnya.
Ditanya berapa pendapatannya, Dya menjawab normatif. Yang terpenting, kebutuhannya sudah terpenuhi. Tak lagi tergantung pada bantuan orang tua.
“Pendapatan bukan soal sudah bisa membeli apa. Lebih ke tak tergantung lagi pada orang lain. Itu yang saya syukuri,” tutupnya. (rvn/by/fud)


