Ucapan itu dibuktikan, Mutiah masih langganan juara kelas. Prestasi akademiknya mengkilap. Di tengah era digital, kenapa anak semuda ini tertarik menjadi birokrat? Pertama karena sosok ayahnya, Ambo Sakka yang menjabat Sekda Tanbu.
Ambo dikenal sebagai birokrat tulen. Nggak neko-neko. Menjauhi politik. Bekerja lurus-lurus saja. “Saya mau menjadi pemimpin. Memperbaiki kualitas kehidupan,” tegasnya. Menurut Mutiah, para pejabat pemerintah menjadi penentu baik buruknya kehidupan di masyarakat.
Dia berharap, niatnya tidak berubah. Dan di kemudian hari, diberi kesempatan dan kemampuan untuk memperbaiki birokrasi di negeri ini.
“Anak muda saya pikir harus memikirkan masa depan. Nongkrong gak masalah. Tapi jangan lupa, ada masa depan yang harus dikejar,” pungkasnya. (zal/gr/fud)


