
LOS ANGELES – Sejak memulai karier pada 1999, Seth Rogen beberapa kali tampil di film maupun serial TV. Baik sebagai aktor, sutradara, penulis naskah, maupun produser. Dia mengakui, tidak semua proyek yang dibintanginya berhasil. Rogen menjelaskan, bagian terberatnya adalah ketika harus membaca ulasan negatif para kritikus.
’’Kurasa, kalau sebagian besar tahu betapa menyakitkannya tulisan mereka, para kritikus itu bakal berpikir dua kali untuk menulis ulasan. Rasanya menghancurkan hati,” ungkapnya dalam siniar Diary of a CEO yang diunggah pada Selasa (7/3).
Dia mengaku butuh setahun untuk move on dari salah satu ulasan buruk proyek yang dibintanginya. Menurut Rogen, ada beberapa rekan kerja dan kenalannya yang masih terpuruk dari review negatif. Dia menjelaskan, setiap karya punya nilai personal buat orang-orang yang terlibat dalam penggarapannya. ’’Maka, perasaanmu akan sangat hancur ketika ekspresi personalmu –dengan secara kolektif– dibilang buruk. Itulah yang akan ditanggung oleh si pemilik karya sepanjang hidupnya,” tegasnya.
Host siniar Steven Bartlett juga sempat menyinggung beberapa film Rogen yang mendapat nilai ’’merah”. Salah satunya Green Hornet. Film superhero adaptasi DC Comics yang rilis pada 2011 itu mendapat skor 44 persen di Rotten Tomatoes. Sejumlah kritikus juga memberikan komentar pedas.
Aktor yang memulai karier sebagai komedian tunggal itu menilai, banyak penonton yang dengan senang hati mencaci maki Green Hornet. ’’Tapi, film itu punya pendapatan pekan premiere USD 35 juta, salah satu yang terbesar buatku. Filmnya cukup menghasilkan. Hal itu cukup menyenangkan,” imbuh Rogen.
Namun, dia mengaku ’’kena mental’’ saat The Interview (2014) –film yang dia sutradarai, tulis, dan produseri– mendapat ulasan miring. ’’Di ulasan The Interview, orang-orang memperlakukan film kami seperti barang gagal dan itu sangat menyakitkan,” paparnya.
Rogen menjelaskan, dirinya kini punya trik buat melawan ulasan buruk. Di pekan pertama rilis –yang bersamaan dengan rilis ulasan– dia memilih menyepi ke pantai atau makan makanan enak. ’’Life goes on. Kalian bisa tetap menggarap film meski proyek yang sedang tayang hasilnya buruk. Rasanya campur aduk meski pada akhirnya, semua akan baik-baik saja,” tegas bintang The Fabelmans itu. (fam/c6/ayi)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

