“Di Golkar Banjarmasin, saya menjadi Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan. Di Fraksi Golkar, saya sebagai sekretaris,” ujarnya.
Menurutnya, kesuksesannya di politik tidak lepas dari dukungan sang suami tercinta dan keluarga besar. Sejak awal ketika terjun ke politik, ia ingin membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Terlepas dari terpilih atau tidak, yang pasti ikhtiar sudah dijalankannya.
Periode 2019-2024, kembali ikut kontestasi politik lima tahunan. Sungguh di luar dugaan, perolehan suaranya meningkat tajam dibanding sebelumnya. “Periode kedua saya mendapatkan suara terbanyak 3.400,” katanya.
Setelah duduk di parlemen, Lala yang sebelumnya adalah mayoret drumben GM FKPPI Kalsel sejak SMP tahun 2001 hingga 2014 tak lagi aktif menjadi pemain drumben.
Padatnya agenda dewan membuatnya kesulitan mengatur waktu. Meski begitu, ia mengaku tetap menggeluti dunia drumben. Namun lebih banyak mengurusi organisasi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Banjarmasin. Bahkan ia dipercaya memimpin PDBI Kota Banjarmasin hingga sekarang. “Saya sekarang lebih banyak terjun ke pembinaan drumben,” ujarnya.
Sejak memimpin organisasi, banyak gelar juara yang disabet tim drumben binaannya. Tidak salah, karena sebelum bertanding, mereka tidak hanya menjalani latihan dari pelatih lokal, tapi juga mendatangkan pelatih nasional.
“Atlet kami ini adalah cabutan dari klub drumben yang ada di Banjarmasin. Seleksi secara terbuka. Kami ingin mencari bibit-bibit pemain drumben untuk diturunkan dalam kejuaraan,” cetus Lala.(az/dye)


