
Jessica Mila dan tunangannya, Yakup Hasibuan, bakal melangsungkan pernikahan pada 5 mei mendatang. Jelang seminggu hari bahagia itu tiba, keduanya menjalani serangkaian prosesi adat Batak. Pada Sabtu (29/4), mereka melangsungkan acara Martumpol atau ikat janji nikah di Gereja HKB Rawamangun, Jakarta Timur.
Mila dan Yakup juga melaksanakan acara adat Mangain, Marhusip, dan Martonggo Raja di hari yang sama. Usai rangkaian acara, ayah Yakup, Otto Hasibuan, menjelaskan prosesi Martumpol. Yakni, pengenalan kedua calon pengantin kepada khalayak. Tujuannya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Misalnya, salah satu pihak ternyata masih dalam ikatan lamaran atau pernikahan dengan orang lain.
Selanjutnya, Yakup dan Mila melakukan perjanjian pernikahan di hadapan pendeta dan jemaat. Mereka juga menggelar acara tukar cincin secara resmi. Jessica pun resmi menjadi orang Batak yang menyandang marga Damanik. Penyematan marga tersebut dilakukan melalu prosesi Mangain.
Otto dan dan ibu Yakup, Normawati Damanik, menyatakan bahwa seluruh prosesi berjalan dengan lancar. Otto mengaku lega putranya telah mendapatkan pendamping hidup dan segera melepas masa kesendiriannya.
“Sebagai orang tua, tentunya senang anak kami sudah dapat istri dan akan membina keluarga yang baik,” tuturnya. Di sisi lain, dia mengaku sedih lantaran Yakup merupakan putra satu-satunya. Kendati demikian, Otto menyadari bahwa perasaan itu adalah hal wajar yang pasti dialami setiap orang tua saat melepas anaknya untuk menikah.
“Ya, di satu sisi berat juga dia udah mau kawin, tapi kan itu konsekuensi logis,” terang Otto. Sementara di mata Normawati, Jessica merupakan sosok perempuan yang lembut dan apa adanya. Serta, mau mempelajari adat calon suaminya lebih dalam.
“Dia pelan ngomongnya. Kalau ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, dia pasti ngomong. Dia juga suka bertanya tentang adat Batak. Jadi, banyak diskusi,” tutur Normawati.(shf/len)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

