
Optimisme yang tinggi dibalut dengan kegigihan untuk berlatih. Tergambar dari perjalanan Kinasih Listyannisa Priyono. Pelajar SMA YPK ini kembali bakal tampil di ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2023. Masuk babak final menjadi bidikan selanjutnya untuk mengharumkan Kota Bontang.
ADIEL KUNDHARA, Bontang
BOLAK-BALIK mengikuti FLS2N. Mulai dari jenjang SD hingga saat ini duduk sebagai pelajar seragam abu-abu putih. Menjadi catatan perjalanan untuk mengejar impian menjadi seorang penyanyi. Lagu Pemuda karya Candra Darusman dibawakan dengan indah. Sentuhan notasi yang tepat, pembawaan menarik, serta improvisasi yang cantik menjadi ciri khas Kinasih Listyannisa Priyono.
Terbukti penampilan melalui rekaman video untuk berlaga di tingkat kota pada 15 Juni berbuah hasil. Ina -sapaan akrabnya- menjadi jawara dengan mengalahkan tujuh sekolah lainnya. Ia mengaku proses persiapan dilakukan jelang Januari. Bentuknya dari berlatih rutin tiap hari. “Satu hari satu jam ditemani papa dan mama saat berlatih,” kata Ina.
Menurutnya, tingkat kesulitan dari lagu tersebut ialah interval notasinya yang lebar. Banyak nada dtinggi dan rendah. Sehingga dibutuhkan persiapan yang matang agar tembakan nadanya akurat. Selain itu Ina juga gemar mencari improvisasi yang baru. Serta model pembawaan lagu supaya dapat memikat mata juri.
Setelah di tingkat Kota, ia menjadi wakil Bontang untuk berlaga di jenjang provinsi. Pelaksanaannya pun digelar 7 Juli lalu. Skema penilaian tetap menggunakan video rekaman. “Tetapi saya datang ke lokasi untuk melihat. Saat itu sudah optimistis lolos fase nasional,” ucapnya.
Hasilnya kembali putri dari guru kesenian SMP YPK Drawan Kabul Priyono kembali menjadi wakil Kaltim untuk berlaga di jenjang nasional. Ia mengaku proses rekaman ulang sudah dilaksanakan. Sebelum batas pengumpulan materi lomba pekan ini. “Proses rekaman ulang berlangsung selama satu hari,” tutur dia.
Dua lagu lain sudah dipersiapkan untuk babak nasional. Nantinya untuk penyisihan hanya dilihat satu lagu berjudul Pemuda. Bila masuk 10 besar baru akan menampilkan di depan mata juri langsung dua lagu tambahan. Berupa karya cipta lagu tahun lalu dan lagu daerah Belang Hatta.
Ia menargetkan pada ajang kali ini bisa masuk 10 besar dahulu. Mengenai peta persaingan belum bisa terlihat jelas. Mengingat mereka belum mengunggah setiap pemenang dari provinsi. “Belum bisa terpantau lawannya,” sebutnya.
Pelaksanaan babak nasional juga belum diketahui. Ia mengaku siap untuk memberikan penampilan terbaiknya. Tahun lalu, dia justru mengikuti kategori cipta lagu. Pasalnya saat itu terjadi perubahan suara di masa pubertas.
Pada 2021 Ina berhasil menjadi juara harapan kedua di fase nasional dari kategori vokal solo. Pemuda ciptaan Chaseiro, Senyumlah milik Andmesh Kamaleng dan Belang Hatta (lagu daerah Kaltim). Ketiga lagu ini tidaklah sulit ketika dibawakan.
Bahkan, lagu Senyumlah milik Andmesh Kamelang mampu dijiwai dengan ciamik. Pasalnya, karakter vokal Ina sesuai. Bahkan improvisasinya dibuat putrinya sendiri.
Sejauh ini empat kali keikutsertaan di FLS2N mampu ditembus hingga putaran nasional. Rinciannya dua kali di jenjang SD dan dua kali SMP. Termasuk saat ini. Pada 2016 saat kelas 3, pelajar kelahiran 5 Februari 2007 ini berhasil menyingkirkan saingannya di fase kota dan provinsi.
Setahun kemudian, capaiannya melonjak. Ia mampu masuk 5 besar di tingkat nasional. Prestasi kembali diukir pada tahun lalu. Setelah menembus fase awal, pengidola Agnes Monica ini kembali menuju tahap nasional.
Sayangnya dewi fortuna belum berpihak. Kala itu tiga lagu dinyanyikannya. Meliputi Bahagia milik GAC, lagu daerah Dendam Kampong, dan Merakit yang dipopulerkan oleh Yura Yunita. Pada ajang FLS2N tahun ini tetap memakai skema online. Materi lomba dinyanyikan peserta dan direkam. Kemudian dikirim ke panitia lomba. Serta diunggah di akun YouTube pribadi peserta. (ind)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

