
Mahasiswa dituntut memiliki cakrawala berpikir yang terasah. Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Kutai Kartanegara-Yogyakarta (Kukar-YK) telah membuktikan itu dengan menyelenggarakan Eroh Bebaya.
MUHAMMAD RIFQI, Tenggarong
EROH Bebaya merupakan buah pemikiran anggota IPM Kukar-YK dalam memperkenalkan kebudayaan Bumi Mulawarman ke jangkauan yang lebih luas. Sekaligus jadi ajang para pelajar Bumi Etam melepas rindu di tanah rantau atas pesta rakyat Erau yang tak pernah absen mereka ikuti semasa masih bermukim di Kukar.
Tak ubahnya Erau di Kukar, Eroh Bebaya menampilkan sederet kegiatan yang mengusung kebudayaan Kukar untuk ditampilkan di publik Kota Gudeg pada khususnya. Tahun ini Eroh Bebaya telah memasuki edisi kelima. Terselenggara pertengahan Agustus lalu, kegiatan itu mengambil tempat di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Jogjakarta.
Berbagai pihak mendukung keberhasilan penyelenggaraan event tersebut. Bahkan, Eroh Bebaya jadi program Kukar Kaya Festival pertama yang diselenggarakan di luar Kukar. "Kami apresiasi anak-anak kita di Jogja yang concern dan komitmen terhadap budayanya. Hingga berhasil melaksanakan Eroh Bebaya untuk kelima kalinya. Ini adalah upaya mereka mengenalkan seni-budaya," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kukar Slamet Hadiraharjo.
"Kemudian nanti di Eroh Bebaya akan kita perkenalkan di Titik Nol IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara. Ini harapannya dapat mempromosikan destinasi wisata kita di luar Kukar. Kita juga harap ada paket wisata yang dibeli, karena kami mengundang asosiasi pariwisata Jogja untuk berkolaborasi," tutupnya. (ndy/k16)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

