Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Cincin Vagina untuk Pencegahan Penyakit Seks Menular dan Terhindar dari HIV AIDS

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Ilustrasi Cincin Vagina / Sumber : National Institutes of Health
Ilustrasi Cincin Vagina / Sumber : National Institutes of Health

Penggunaan cincin vagina dapivirine atau DPV-VR merupakan upaya pencegahan penyakit seks menular seperti HIV dan AIDS.  DPV-VR adalah salah satu cara bagi wanita untuk mengurangi risiko infeksi HIV pada saat melakukan hubungan seks. 


Advertisement

Untuk diketahui, pemasangan cincin di dalam vagina tersebut digunakan selama 28 hari, setelah itu bisa diganti dengan pemasangan baru. Dilansir dari National HIV/AIDS Strategy, Sabtu (2/12), cincin vagina atau DPV-VR terbuat dari silikon yang memiliki tekstur mudah ditekuk, dan dimasukkan ke dalam organ intim milik wanita.

Cara kerjanya dengan melepaskan obat antiretroviral dapivirine yang berasal dari cincin secara perlahan-lahan ke dalam organ intim wanita selama 28 hari. Hasil dari dua uji coba menunjukkan bahwa penggunaan DPV-VR dapat mengurangi risiko infeksi HIV pada wanita dan penggunaan jangka panjangnya dapat ditoleransi dengan baik, menurut inforasi yang dikutip JawaPos.Com dari WHO, Sabtu (2/12).

Pengujian Ring menunjukkan pengurangan risiko HIV sebesar 35% pada wanita yang menggunakan DPV-VR, sementara studi ASPIRE menunjukkan pengurangan risiko sebesar 27%. Data dari studi tersebut menunjukkan penggunaan cincin dapat menurunkan risiko terkena infeksi penyakit HIV dan AIDS yang lebih besar. Analisis sekunder dari data uji coba juga menunjukkan penurunan risiko yang lebih tinggi pada wanita yang menggunakan DPV-VR secara konsisten.

Advertisement

Kembali dilansir dari National HIV/AIDS Strategy, cincin vaginal dapivirine dapat digunakan oleh wanita berusia 18 tahun ke atas dengan tujuan mengurangi risiko infeksi HIV. Wanita saat ini memiliki pilihan dalam upaya pencegahan HIV, karena di antara mereka sulit untuk bernegosiasi dengan pasangan seksual pria untuk menggunakan kondom.

Oleh karena itu, diperlukan pencegahan HIV dan AIDS yang dapat diinisiasi oleh wanita, dan cincin dapivirine dianggap sebagai salah satu solusinya. Cincin dapivirine ini dikembangkan oleh International Partnership for Microbicides (IPM), dan juga menjadi sponsor untuk produk tersebut.

IPM mengajukan pendapat ilmiah tentang cincin dapivirine dari European Medicines Agency (EMA) melalui prosedur yang disebut Article 58 dan bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) untuk memfasilitasi akses ke obat-obatan. WHO bisa mempertimbangkan untuk menyertakan cincin dapivirine dalam rekomendasi pencegahan HIV bagi wanita. Selain itu, organisasi tersebut juga akan mempertimbangkan produk ini untuk untuk obat-obatan.

Advertisement

National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) juga menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai alat pencegahan dengan tujuan menyediakan banyak pilihan dalam upaya mengatasi HIV dan AIDS. (*)

 

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

Ribuan peserta dari berbagai komunitas lari memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6), dalam gelaran Health Fun Run yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Kegiatan ini menjadi bag

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer