
Destinasi yang menyajikan panorama alam elok tapi masih sedikit penjamahnya adalah favorit para pelancong. Nah, Likupang bisa menjadi salah satu pilihan menarik.
LIKUPANG memang belum terlalu familier di telinga para pelancong nasional ataupun mancanegara. Tetapi, daerah yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara itu diproyeksikan jadi salah satu andalan destinasi wisata alam baru Indonesia pada masa mendatang.
Ya, oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Likupang termasuk dalam daftar super prioritas (DSP) yang masuk Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN). Daerah seluas 194,7 hektare itu berdiri sejajar dengan destinasi kelas wahid Nusantara, seperti Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).
Untuk mencapai kawasan Likupang, Anda bisa mengatur rute perjalanan dimulai dengan penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi International Airport Manado. Dari sana, melanjutkan perjalanan sejauh 48 kilometer untuk mencapai Desa Pulisan.
Konon, Likupang adalah tempat sembilan bidadari surga turun untuk mandi. Tepatnya di telaga milik petani bernama Mamanua. Nah, Mamanua menahan salah seorang bidadari kemudian memperistrinya. Dari hubungan itu, mereka memiliki anak bernama Walangsendau.
Sayangnya, akibat kesalahan Mamanua, sang istri harus pulang ke kayangan. Sebelum kembali ke kayangan, sang bidadari menyarankan Mamanua untuk mengajak Walangsendau berjalan melintasi hutan, sungai, dan gunung mengikuti cahaya matahari saat sang anak menangis.
Perjalanan panjang ini membawa Mamanua sampai di pantai biru berpasir putih yang jernih, dan dapat melihat karang dan ikan di dalamnya. Daerah itulah yang kini dikenal dengan nama Likupang. Ada pula yang menyebutkan sebagai Surga Tersembunyi di Utara.
Ada beberapa destinasi menarik yang bisa disambangi selama di Likupang. Beach hopping adalah agenda yang jangan sampai terlewat. Sebab, terletak di paling timur, Likupang menjadi spot menarik untuk menyaksikan matahari terbit. Salah satu pantai yang menyajikan spot terbaik adalah Pantai Paal.
Tidak jauh dari Pantai Paal, ada pula Bukit Larata. Hanya 15 menit dari Pantai Paal. Perbukitan yang melandai, akan memudahkan pelancong untuk bisa mencapai puncaknya dan melihat wilayah dari ketinggian secara menyeluruh. Dari timur ada lautan biru bersisian dengan Gunung Dua Basudara yang indah bak lukisan. Tidak jauh dari bukit tersebut, ada Pantai Kinunang. Belum banyak yang bertandang ke sana, dipastikan akan membuat sesi healing Anda semakin syahdu.
Bila ingin melihat suasana berbeda pesisir pulau, ada Desa Bahoi. Terdapat hutan bakau yang dihuni ragam flora dan fauna, spot diving dan snorkeling yang tak kalah elok di sana. Jika ingin tersedia rumah warga di desa setempat yang bisa dijadikan homestay bila ingin menginap di sana.
Setelah puas menjelajahi satu daratan, giliran lompat ke pulau yang juga jadi destinasi andalan di Likupang. Yakni Pulau Lihaga. Di sekitar pulau tersebut ada spot diving dan snorkeling yang menyajikan ragam biota laut nan elok.
Untuk ke Pulau Lihaga, bisa memulai perjalanan melalui Dermaga Serei Likupang. Dari sana, menggunakan kapal motor, membutuhkan waktu tempuh hingga 20 menit. Untuk masuk ke Pulau Lihaga dikenai biaya. Karena itu, biasanya penyedia jasa sewa kapal menyediakan paket. Dalam sepaket perjalanan sudah meliputi antar-jemput, fasilitas snorkeling, makan siang, dan tiket masuk ke pulau. Bila ingin menginap di Pulau Lihaga, ada pula fasilitasnya yang dibanderol Rp 1,5–2 juta. (ndy2/k16)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

