Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Infeksi Vagina Setelah Berhubungan? Berikut Tips Mencegah Risiko dan Tetap Aman

i
Penulis: izak-Indra Zakaria❯
Ilustrasi. Miss V atau vagina juga perlu dirawat agar tetap sehat dan tampil prima. (Dok.JawaPos.Com)
Ilustrasi. Miss V atau vagina juga perlu dirawat agar tetap sehat dan tampil prima. (Dok.JawaPos.Com)

 Infeksi vagina saat berhubungan seks adalah masalah umum yang dialami sebagian besar kaum hawa. Infeksi vagina, juga dikenal sebagai vaginitis, atau radang vagina, sangat umum terjadi pada perempuan.


Advertisement

Kebanyakan perempuan akan mengalami hal ini selama hidup mereka. Biasanya, gejala infeksi vagina atau vaginitis dapat berupa keputihan, gatal, perih, nyeri, dan bau keputihan yang menyengat. Faktanya, beberapa perempuan lebih rentan terhadap infeksi vagina dibandingkan perempuan lain, karena alasan yang tidak sepenuhnya jelas.

Ada beberapa faktor dapat mengubah lingkungan di dalam vagina, yang mungkin mendorong pertumbuhan bakteri atau jamur berlebih dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dilansir dari HealthShots.Com, Rabu (3/1), penyebab dan tips menghindari infeksi vagina.

Penyebab umum infeksi vagina meliputi:

Advertisement

- Membilas atau menyiram vagina dengan air atau cairan lainnya

- Perubahan hormon Anda

- Mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu lama

Advertisement

- Tidak menjaga kebersihan saat hubungan intim

- Kehamilan dan menyusui

- Sabun, sabun mandi, dan parfum

- Pakaian ketat atau sintetis

- Deterjen dan pelembut kain

Semua kondisi terkait inveksi vagina dapat diobati, namun penting untuk mengetahui jenis infeksi atau kondisi lain yang ada sehingga dapat diobati dengan benar.

Jika Anda mengalami inveksi, konsultasikan dengan dokter kandungan dan mereka akan membantu Anda memilih pengobatan yang tepat:

- Selalu lakukan pemeriksaan panggul untuk mencari iritasi dan peradangan.

- Dapat mengumpulkan sampel keputihan untuk kultur dan analisis antibiotik.

- Sebaiknya ambil usapan dari leher rahim untuk menguji IMS, seperti gonore atau klamidia.

- Juga, ambil sampel urin untuk menguji penyakit menular seksual lainnya. (*)

Advertisement
Editor : izak-Indra Zakaria
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer